Kepala Dinas Pendidikan Fietber Raco

SorotanNews–Kabupaten Minahasa Selatan masih kekurangan guru. Hal itu diakui langsung Kepala Dinas Pendidikan Fietber Raco.

Dia menyebut salah satu alasan yang menyebabkan terjadinya kekurangan tenaga pendidik itu lantaran banyak pegawai yang memilih loncat pagar menjadi pejabat struktural.

Hanya saja kata dia semenjak diberlakukan aturan terbaru ruang gerak pegawai yang kurang ‘setia’ sebagai pendidik itu kian sempit.

“Sebelumnya banyak yang suka begitu. Tapi sekarang aturannya ketat, misalnya dari tenaga guru atau fungsional lompat ke jabatan struktural, maka konsekuensinya dia harus menunggu delapan tahun untuk bisa naik pangkat,” terang Raco.

Dengan begitu kata Dia  guru dan tenaga pendidik harus berpikir dua kali sebelum memilih alih status.

Sementara itu, penatua remaja itu membeber tahun ini terhitung hingga Agustus ada sekira 90 guru yang memasuki purna tugas.

Olehnya itu ia mengaku sangat menaruh harapan pada proses CPNS yang tengah dilakukan.

“Semoga mereka yang lolos nanti bisa beta menjadi guru. Jangan baru dua tiga tahun malah minta jadi pejabat struktural, ” harapnya. (glas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here