Amurang, sorotannews – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Minahasa Selatan menemukan data pemilih invalid. Ketidakberesan data pemilih itu tersebar di empat kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada.

Pimpinan Bawaslu Minsel Abdul Madjid Mamosey menegaskan temuan data invalid itu merupakan hasil rekapan dari jajaran panwas di tingkatan bawa. Baik panwascam maupun desa.

Khusus di kecamatan Sinonsayang sendiri, kata Mamosey ditemukan sekira 1.285 warga wajib pilih tapi belum memiliki KTP-el.

“Nah kasus ini sudah kita sampaikan ke pihak pemerintah daerah melalui Dukcapil untuk dicerikan solusi. Dinas terkait sudah memberikan jawaban untuk menindaklanjuti hal itu,” terangnya.

Sementara di tiga kecamatan lainnya persoalan data pemilih juga jadi perhatian serius Bawaslu.

“Di kecamatan Sultra kami menemukan ada pemilih ganda di tiga desa. Kemudian di kecamatan Tareran ada data pemilih yang dihapus dari sidalih. Ini juga menjadi catatan kami. Sementara di kecamatan Amurang Barat ada pemilih yang memiliki NIK ganda,” beber Mamosey.

Olehnya itu kata dia, berdasarkan hasil pencermatan data pemilih pihaknya merekomendasikan pleno penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan ke-dua (DPTHP2) ditunda dulu. Padahal agendanya digelar Senin (12/11) siang tadi.

“Ini kita maksudkan supaya tuntas dulu semua persoalan DPT. Agar jangan ada lagi DPTHP ke tiga. Alhamdulilah pihak KPU akhirnya menunda kembali agenda pleno,” tutupnya. (dou)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here