IMG-20200914-WA0018

SorotanNews–Warga Sulut dan Minahasa Selatan khususnya mereka yang sempat mengikuti seleksi ASN tahun 2018. Diingatkan untuk tidak termakan dengan aksi akun bodong fesbuk yang mengatasnamakan CEP.

Akun itu menyamar sebagai Bupati Minsel Christiani Eugenia Paruntu meminta sejumlah uang supaya diloloskan sebagai PNS.

Oleh karena itu Bupati Tetty Paruntu langsung memberi klarifikasi. Bahwa akun itu bukan miliknya. Melainkan akun bodong yang sengaja di buat oknum tak bertanggungjawab.

Sekaligus Bupati juga menepis bahwa iming-iming sejumlah uang untuk menjadi PNS itu tidak benar. Justru bagi Bupati lulus tidaknya menjadi ASN tergantung dari kompotensi pribadi. Dan itu menjadi kewenangan Kemenpan RB.

“Saya tegaskan, akun yang mengatasnamakan saya itu bukan akun saya. Saya harap masyarakat berhati-hati atas aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum yang sengaja menggunakan akun sosmed mengatasnamakan saya. Semoga masyarakat lebih bijak lagi menggunakan media sosial,” tegas Bupati.

Sementara itu, Pemkab Minsel sendiri telah menindaklanjuti terkait Peraturan Menteri Nomor 61 untuk penggunaan ranking dalam seleksi CPNS tahun ini dari KemenpanRB. Hal itu menyusul sangat sedikitnya yang lolos dalam seleksi yang menggunakan passing grade.

“Kami sudah tindaklanjuti itu dengan pergi ke KemenpanRB untuk konsultasi terkait penggunaan ranking untuk seleksi CPNS tahun ini. Hal itu menyusul banyaknya yang tidak lulus dari passing grade yang ada,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Minsel Ferdinand Tiwa saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (26/11).

Saat ini pihaknya sementara melakukan rekapitulasi terkait formasi yang belum terisi.

“Saat ini kita sementara melakukan rekap, mana formasi yang tidak terisi. Kalau sudah ada yang terisi kuotanya sudah kita tidak akan di isi dengan rangking lagi. Penggunaan ranking artinya nilai tertinggi yang kita isikan ke formasi. Sementara kita sedang rekap dan urut performasi untuk ikut tahapan seleksi selanjutnya. Kita ambil yang paling tertinggi di rangking untuk ikut seleksi SKB,” jelas Tiwa.

Untuk jumlah yang menjadi peserta seleksi SKB, Tiwa belum dapat membeberkannya. “Itulah masih kami rekap karena ada banyak kan. Sementara untuk jadwal SKB itu nanti Desember. Minsel sendiri belum dapat jadwal resminya kapan, kami masih menunggu penyampaian resmi Panselnas,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here