Sektor Pertanian-Perikanan Minsel Memikat, Dilirik Investor Cina dan Singapura

IMG-20200914-WA0018

Amurang–Potensi sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan makin memikat dunia investasi. Dua sektor unggulan ‘Kota’ dodol ini dilirik investor Cina dan Singapore.

Buktinya, Jumat(18/1) hari ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) Ronald Paat dan Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana (ORTAL) Jefrey Sengkey menerima kunjungan rencana investasi dari pengusaha asal Cina dan Singapore.

Kunjungan rencana investasi pengusaha asal Cina dan Singapore diterima langsung Kepala Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Satu Pintu Minsel Ronald Paat

Pertemuan itu berlangsung di ruang Sekretaris Daerah Danny Kaawoan.

Desi Albert Mamahit Komisaris Utama PT DKB Persero saat diwawancarai redaksi ini usai pertemuan itu mengaku bahwa rencana investasi itu merupakan hasil elaborasi tiga perusaahan dari tiga negara berbeda.

“Dari Cina ada Mr Zhang Zhi Xiang merupakan Presiden PT Indonesia China Consociation Chamber. Lalu dari Singapura ada Mr Robin Lim yang merupakan Chairman PT Hornbill Wealth Holdings dan dari Indonesia DKB Persero,” terangnya.

Mamahit memaparkan bahwa pihaknya tertarik untuk melakukan investasi di bidang pertanian dan perikanan sebab di mata mereka Minsel memiliki potensi sektor pertanian yang bagus. Termasuk lini perikanan yang handal.

Rombongan Pengusaha Cina dan Singapore terlibat diskusi dengan Pemerintah daerah mengenai rencana investasi

Nah untuk pertanian sendiri Ia merinci akan dikembangkan agribisnis Jagung, bawang putih, dan umbi-umbian semisalnya singkong.

“Kita membutuhkan lahan sekira 10 ribu hektar untuk pengembangan bisnis di sektor pertanian. Ini sudah termasuk dengan pembangunan industri pengolahan hasil pertanian tadi,” ujar Mamahit.

Investasi yang ditawarkan ini ungkapnya tidak saja di bidang pembibitan dan pengembangan pertanian. Tetapi juga ada investasi di bidang industri untuk pengolahan hasil produksi pertanian.

Dengan begitu, kata Dia masyarakat tak perlu kekuatir lagi mengenai hasil pengolahan bahan pertanian akan dipasarkan di mana.

“Semuanya akan diserap di pasar Cina dan Singapura. Sebab relasi bisnis kita luas dan punya banyak kerjasama,” jamin Mamahit.

 

Sementara untuk sektor perikanan juga pihaknya akan fokus pada pengolahan ikan Tuna.

“Kita akan bangun juga industri pengolahan ikannya di sini. Lalu kita ekspor ke Cina dan Singapore,” timpal Mamahit.

Kepala DPMPSP Ronald Paat mengaku Pemerintah daerah sangat merespon positif. Itu sebab katanya hasil pertemuan ini akan segera ditindaklanjuti pada tahap-tahap selanjutnya.

“Sebagai Pemerintah daerah Bupati Christiany Eugenia Paruntu terntu bersikap welcome dengan dunia investasi. Hasil pertemuan awal ini akan kita laporkan kepada Bupati,” kata Paat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here