Sumangkut Beber Upaya Pemkab Benahi Kebersihan

IMG-20200914-WA0018

Amurang–Sistem penilaian Adipura oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tidak lagi hanya difokuskan pada aspek fisik dan penghijauan kota. Kini, KLH sudah memiliki format penilaian yang lebih fundamental. Menitik beratkan pada aspek pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pernyataan ini dibeberkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Selatan Roy Sumangkut.

Olehnya birokrat muda ini mengatakan untuk membenahi upaya kebersihan di Kota ‘Dodol‘ ini, ada beberapa hal yang jadi rekomendasi oleh kementerian lingkungan hidup.

“Tujuan Kementrian Lingkungan Hidup tidak sekedar supaya Pemerintah daerah mendapatkan Adipura. Tapi intinya supaya Pemerintah daerah benar-benar menerapkan Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah,” kata Sumangkut.

Dia merinci untuk mencapai target kota bersih kita tidak boleh lagi menggunakan sistem TPA yang open dumping. Jadi yang menggunakan sistem pembuangan terbuka harus diganti dengan sistem urug saniter (Sanitary Landfill). Atau paling minimal menerapkan sistem lahan urug terkendali (controller Landfill).

“Point-point ini yang akan menjadi pokok-pokok pikiran rekomendasi untuk melakukan upaya-upaya pembenahan kebersihan. Tentu bukan saja menargetkan Adipura. Tetapi lingkungan bersih dan arsi itu yang paling pokok. Supaya keindahan kota tetap terjaga,” harapnya.

Sekedar informasi program Adipura tahun 2018 yang pengumumannya disampaikan pada awal tahun 2019 ini Kabupaten Minahasa Selatan belum mendapatkan predikat Adipura. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here