Milenial ‘Juru Kunci’  Pemenangan Pileg di Sulut

IMG-20200914-WA0018

Manado–Suara kaum milenial punya peran strategis di pemilihan legislatif Sulut 2019.

Segmentasi pemilih yang kerap disebut sebagai pemilih pemula ini tidak hanya memiliki dominasi suara terbanyak dari daftar pemilih tetap. Tetapi juga menyebar merata di seluruh kabupaten/kota yang ada.

Karena itu, milenial disebut-sebut sebagai juru kunci pemenangan di pileg. Malah jadi rebutan partai politik sebagai basis utama dulang suara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara Dr Ardiles Memoh membeber dari total DPT Sulut pada pemilu 17 April mendatang untuk kelompok milenial dengan ukuran usai dari 30 tahun ke bawah mencapai angka 417.990 suara.

“Kemudian di susul pada posisi kedua dari usia 41-50 sekira 392.775 suara. Sementara posisi tiga terbawa itu ada pada kelompok usia 31-40 sekira 376.355 suara, lalu usia 51-60 sekira 328.880 suara dan terakhir di usia 60 ke atas sekira 292.890 suara,” beber Mewoh.

Segmentasi pemilih berdasarkan kelompok usia. Sumber KPU Sulut

Pengamat politik Unsrat Manado Dr Ferry D Liando, mengatakan segmentasi pemilih milenial memang cenderung menjadi target utama untuk mendulang suara.

Apalagi kata Dia, para pemilih milenial ini belum memiliki refensi jelas untuk menentukan pilihan.

“Karakter pemilih ini masih sangat minim referensi soal calon-calon yang Ideal menurut mereka. Mayoritas jenis pemilih ini belum bisa memposisikan diri sebagai pemilih yang rasional,” ujar Liando.

Sehingga dari aspek psikologis partai memiliki peluang untuk masuk dengan segala strategi. Untuk mempengaruhi mereka.

“Pengaruh orang tua menjadi faktor yang pertama. Artinya siapa yang akan dipilih oleh orang tua, maka kecenderungan itu yang akan dipilihnya. Ada pula faktor pertemanan. Apa yang akan dipilih oleh kerabat-kerabat terdekat maka itu yang menjadi pilihan,” tukas akademisi yang gemar meneliti kepemiluan itu.

Salah satu keuntungan bagi caleg atau parpol yang kerap menjadikan medsos sebagai sarana kampanye akan sangat siginifikan mengambil hati para milenial.

“Mayoritas kaum milenial ini gemar berinteraksi dengan medsos. Ini jadi salah satu faktor menarik simpati mereka,” katanya.

Selain itu, ada pula faktor kesenangan. Artinya perilaku calon yang dianggap disenangi, maka itu yang akan dipilih. Jika ada calon yang berasal dari artis atau calon bergaya jaman now, maka akan berpengaruh pada pilihan pemilih milenial. (douglas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here