Tak Percaya Sistem Pemilu, Mahasiswa Pembebasan Minahasa Ajak Warga Golput

IMG-20200914-WA0018

MINAHASA, SorotanNews.com–Sejumlah mahasiswa  yang tergabung dalam organisasi Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional di Minahasa Tondano menggelar aksi damai di Seputaran  taman Good Bless bundaran Minahasa, Senin (18/2) kemarin.

Belasan mahasiswa ini mengkampanyekan gerakkan Golput bagi masyarakat  pada pemilu 17 April mendatang.

Dalam orasi mereka mengaku pesimis. Pemilu tidak punya faedah sama sekali terhadap perbaikan bangsa. Itu sebab kata mereka tidak ada pilihan lain. Golput satu-satunya jalan. Sebagai bentuk protes atas sistem pemilu saat ini.

Beragam spanduk ajakan Golput dibentangkan para pendemo

“Golput adalah pilihan yang paling masuk akal. Dan itu sikap kami dalam pemilu 2019. Apalagi dua kandidat presiden ternyata sama saja. Tidak punya gagasan keperpihakan pada urusan publik,” celetuk kordinator lapangan Jonson Lenon.

Aksi yang memantik perhatian publik itu pun sempat disuguhkan data oleh sejumlah orator bahwa partisipasi pemilu mengalami penurunan sejak tahun 1999 hingga 2014 lalu yang menurun mencapai 70,9%. Penurunan itu sebahagiannya akibat dari kekacauan administratif penyelenggara.

“Ini adalah sinyalemen publik justru tidak punya ketertarikan lagi terhadap pemilu. Tidak hanya demikian justru fakta ini kady cerminan bahwa mayoritas masyarakat tidak lagi percaya dengan elit. Sebab dari pemilu ke pemilu tidak ada perbaikan nasib anak bangsa. Justru kian menciptakan kesenjangan sosial. Mereka yang kaya makin kaya. Yang miskin makin melarat dan para penguasa  menikmati itu semua,” tandas Donal Moraka salah satu orator.

Oleh karena itu mereka menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya
golput dalam pemilu 2019, lawan militerisme, bangun kekuatan politik alternatif, dan sejumlah isu menarik lainnya. (Donal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here