Warga Rumoong Bawa Minta Transparansi Pengelolaan Dandes

MINSEL — Warga Desa Rumoong Bawa, mengingatkan pemerintah desa setempat. Supaya terbuka dengan pengeloaan dana desa. Dalam amatan masyarakat selama ini, pemerintah desa dianggap tidak transparan. Sehingga ada kecurigaan penyelewengan anggaran.

“Berkaca dari proyek di tahun 2018 dari semua pengerjaan tidak ada papan proyek. Sebagai warga kami menaruh curiga,” beber Olly Luli warga setegmpat, beberapa hari kemarin.

Kualitas jalan yang kurang. Akibatnya sudah rusak dan berlubang

Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya mereka berharap pengeloaan dandes tahun 2019 ini harus secara transparan.

“Torang pantas curiga. Sebagai contoh pengerjaan jalan ke Gereja Advend di jaga lima. Masak dalam hitungan sebulan setelah dikerjakan sudah rusak dan berlubang. Menariknya pembayaran upah kerja itu menggunakan kwitansi kosong. Ini ada apa,” timpal Kres Krisen warga lainnya.

Kecurigaan masyarat di atas ikut diperkuat dengan pengakuan eks bendahara desa. Mega Akuba.

“Waktu itu tugas saya cuma tandatangan. Soal anggaran masuk dan keluar saya tak tahu sama sekali,” akunya.
Dengan begitu, warga berharap ada perhatian dari penegak hukum untuk memeriksa pengeloaan dandes di desa tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here