Dibanjiri Dukungan, MEP Cocok Lanjutkan Kepemimpinan CEP

Pangemanan : MEP Potensial Secara Internal

IMG-20200914-WA0018

MINSEL, SorotanNews.com — ATMOSFIR politik pilkada Minsel 2020 mendatang. Sudah mulai dipanaskan. Selintingan publik ramai-ramai membincangi, siapa figur yang layak melanjutkan estafet kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu (CEP). Selepas ‘purna tugas’ sebagai Bupati nanti.

Sejumlah tokoh mulai membunca. Sederet nama beken politisi, aktivis, milenial hingga sekelas pengusaha sekalipun mulai dihubung-hubungkan dengan kontestasi pilkada.

Namun, dari sejumlah alternatif figur yang ditawarkan ke muka grass root (kalangan akar rumput : rakyat kecil).  Nama Ketua PMI Minsel Michaela Elsiana Paruntu dianggap paling mumpuni dan cocok maju dalam bursa perebutan kepala daerah.

Munculnya nama adik Ketua DPD Golkar Sulut di benak publik. Bukan tanpa alasan. Malah sejumlah pengamat politik Sulut ikut memproyeksikan istri politisi Golkar James Arthur Kojongian itu menjadi jagoan tunggal partai Beringin di Minsel.

Dr Fanley Pangemanan misalnya, Dosen Pasca Sarjana Unsrat Manado ini, menilai kehadiran MEP di kontestasi pilkada Minsel nanti. Memberi warna tersendiri. Apalagi MEP sangat diuntungkan dari internal Golkar.

“Masuknya MEP di bursa pilkada bukan hal baru. Justru sudah menjadi konsumsi publik sejak lama. Hanya saja figur papan duanya yang mesti direkrut secara selektif,” nilai Pangemanan.

Eks Ketua KPU Minsel itu pun menyarankan melihat jumlah kursi di DPRD, Golkar sebaiknya memasang saja figur internal. Tanpa harus berkolisi dengan kader eksternal. Tapi tentu memerhatikan peta politik geografis.

“Prioritaskan saja kader internal. Apalagi banyak kader senior Golkar yang cukup menjual,” tandasnya.

Keunggulan MEP di benak publik juga ikut dikomentari pengamat politik Taufik Tumbelaka. Alumnus UGM Jogjakarta itu menilai, salah satu keunggulan MEP adalah, karakter pemilih Minsel sudah terbentuk secara psikologi. Bahwa pemimpin yang ideal itu adalah perempuan.

“Kepemimpinan Bupati CEP selama 10 tahun ini. Ikut membentuk karakter pemilih di Minsel. Pemimpin yang baik itu adalah perempuan,” ungkap Tumbelaka mengulas secara psikologi.

Keunggulan berikutnya MEP sangat diuntungkan dari aspek instrumental dan struktur partai.

“Coba dicek sejauh ini, belum ada figur di internal Golkar yang bisa diandalkan. Selain MEP,” Tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu mengatakan Golkar baru akan menggelar survei para kandidat yang akan diusung pada pilkada 2020 nanti.

“Mekanisme Golkar, semua calon akan kita survei. Yang paling banyak mendaoar respon publik itu yang jadi prioritas. Tentu ada prasyarat lain juga,” katanya di sela-sela donor darah yang digelar PMI Minsel beberapa waktu lalu.

Soal kemungkinan mengusung sendiri kadernya atau membuka peluang koalisi. Kata Tetty komunikasi masih tetap terbuka dengan partai manapun.

“Sudah ada beberapa yang membuka komunikasi. Nanti tunggu saja waktunya,” jawab kepala daerah tercantik itu. (douglas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here