NewsAnalysis – Liando : Ada Tiga Kepentingan Peningkatan Partisipasi Publik di Pilkada 2020

MANADO, SorotanNews.com – Pengamat politik dan peneliti kepemiluan Unsrat Dr Ferry D Liando membedah sejumlah alasan pentingnya upaya mendorong partisipasi publik dalam pilkada serentak 2020 nanti.

Hal itu ditegaskan  Liando saat menghadiri koordinasi stakeholder.

Yang digelar KPU Sulut dalam rangka peningakatan partisipasi  masyarakat  pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut 2020 mendatang di Hotel Aston Manado,  Kamis (5/12) siang tadi.

 

Liando menilai  ada tiga kepentingan mengapa perlu mendorong partisipasi masyarakat pada Pilkada.

Pertama : Kepentingan Undang-undang (UU). Dia beralasan selama ini Undang-undang pemilu hanya menempatkan masyarakat sebagai subjek pilkada.  Namun seharusnya menjadi bagian penting untuk turut serta dalam tahapan pemilihan.

“Artinya masyarakat tidak sekedar sebagai pemilih saja, tetapi menjadi bagian penting dalam tahapan Pilkada. Mulai dari perencanaan, penyusunan produk hukum seperti PKPU atau Juknis, penyusunan daftar pemilih, pengawasn pembentukan adhoc, dan lain-lain,” ungkap Liando.

Alasan kedua,  kenapa partisipasi publik penting untuk didorong menurutnya adalah untuk mewujudkan kepentingan negara yakni yakni menuju masyarakat adil dan makmur, maka dibutuhkan pemimpin yang bermoral dan berkompeten.

Nah untuk mengusahakan cita-cita itu terang tenaga ahli Kemendagri itu, negara membutuhkan pemimpin yang kompeten dan bermoral. Sehingga mendapatkan kriteria pemimpin seperti itu, negara membutuhkan peran masyarakat yang diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas.

“Tidak memilih karena sogok, tidak karena kesamaan aliran, tidak karena teritimidasi dan lain-lain. Kita tidak bisa berharap partisipasi tinggi, jika faktor memilih karena hal seperti itu,” timpalnya.

Alasan ketiga sekaligus terakhir  adalah kepentingan penyelenggara. Artinya menurut Liando salah satu indikator keberhasilan penyelenggara adalah mendorong tingkat partisipasi pemilih.

“Semakin tinggi pengguna hak pilih, maka KPUD akan dianggap berprestasi. Ada award khusus bagi KPUD yang tingkat partispasi pemilih paling tinggi,” katanya.

Sementara itu, untuk mendorong partispasi pemilih,  menurutnya   dapat dilakukan dengan beberapa hal.

Pertama penyelenggara harus dapat dipercaya.

“Semakin tinggi tingkat kepercayaan pemilih terhadap penyelenggara maka partispasi masyarakat akan terdorong,” ucap akademisi Unsrat ini.  Hal kedua adalah dengan membangun kerja sama dengan tokoh agama.

“Menjadi pemilih yang baik perlu di singgung ketika berhadapan dengan jemaat atau umat beragama. Dengan menjelaskan akibat jika masyarakat menerima sogok ketika memilih, jika saling berbohong (Hoax) dan lain-lain,” tandasnya lagi.

Kemudian hal yang ketiga diperlukan adanya strategi-strategi yang inovatif untuk menyakinkan pemilih sehingga bisa meningkatkan tingkat partisipasi pemilih. (dou)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here