Lapas Amurang Jadi Pilot Project Kampung Asimilasi

IMG-20200914-WA0018

SorotanNews.com — Lapas kelas III Amurang jadi pilot project Kampung Asimiliasi ketegori minimum security. Peresmian program kampung asimiliasi tersebut dilakukan langsung Kepala Kantor Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil) Propinsi Sulawesi Utara Lumaksono, Senin (9/3) kemarin di kompleks perkebunan Tawaang.

Penandatangan peresmian tersebut disaksikan langsung Kapolres Minsel AKBP Widi Bangun Septo, Kepala Lapas Amurang Marulye Simbolon, dan Kadis Pertanian Minsel Franky Pasla.

Kakanwil dalam arahannya menjelaskan program kampung asimilasi selain sebagai program pembinaaan dan pemberdayaan bagi warga binaaan. Program inivoasi tersebut merupakan sebuah resolusi dari Direktorat Jendral Pemasyarakatan dalam rangka ikut berkontribusi bagi peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

“Jadi bentuknya adalah kita bekerjasama dengan pemerintah daerah. Di mana pemda akan membantu menyiapkan lahan, memberikan pelatihan dan pendampingan bagi warga binaan khususnya dalam kegiatan pertanian dan peternakan, ” ungkap Kakanwil.

Dia menjelaskan hasil olahan pertanian dan peternakan yang dikelola langsung wara binaan akan diserahkan ke kas negara. Untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Makan siang ala traditional dengan menggunakan daun pisang sebagai alat makan

“Target nasional kita adalah Rp7 miliar. Nah Lapas Amurang ini sebagai pilot projek minimum security maka kita akan pacu bisa menyumbangkan 10 persen dari total apa Yang ditargetkan, ” optimisnya.

Sementara itu, Kepala Lapas kelas III Amurang Marulye Simbolon memberi apresiasi bagi pemerintah daerah kabupaten Minahasa Selatan. Melalui Dinas Pertanian Yang mendukung penuh program kampung asimilasi.

“Luar biasa kerjasama ini. Tadi juga pak Kadis sudah memberikan pelatihan bagi warga binaan. Bagimana menjadi petani yang handal. Kita menyiapkan warga binaan ini. Nanti saat keluar mereka sudah memiliki skil dan kemampuan untuk hidup mandiri dengan bertani atau beternak, ” aku Simbolon.

Kepala Dinas Pertanian Minsel Franky Pasla menegaskan sebagai pemerintah daerah akan mendukung terus upaya-upaya kerjasama dalam rangka meningaktkan produksi pertanian dan peternakan.

“Prinsipnya ini dilakukan untuk memastikan pemberdayaan masyarakat. Termasuk warga binaan. Supaya ketika nanti mereka keluar sudah siap menjadi warga yang produktif apakah itu bertani ataupun menjadi peternak, ” tandas Pasla. (dou)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here