IMG-20200914-WA0018

MANADO -Kegiatan pembagian sembako yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) bagi driver ojek online disesalkan banyak pihak. Acara ini menyebabkan penumpukan para driver.

Tuduhan mengabaikan imbauan pemerintah pusat dan maklumat Kapolri RI soal pelarangan kegiatan keramaian langsung dialamatkan kepada pihak pemerintah provinsi.

Selain itu sejumlah kalangan menilai di tengah situasi mewabahnya covid-19 seharusnya pemerintah provinsi tetap konsisten soal penerapan social distancing.

Ketua DPD AMPI Manado Meikel Maringka ikut menyoroti kegiatan bagi-bagi sembako ini. Menurut dia acara ini prinsipnya amatlah baik.

Apalagi yang paling terkena dampak wabah covid-19 adalah masyarakat kecil seperti driver ojek online. Status darurat nasional yang dikeluarkan pemerintah pusat mengakibatkan pendapatan sehari-hari mereka jadi berkurang.

“Tapi salahnya, pemerintah provinsi tidak mengikuti aturan yang sudah disampai-sampaikan oleh Kapolri dan pemerintah pusat, yakni melarang keramaian,” ujarnya, Sabtu (4/3/2020).

Meikel Maringka tak bisa membayangkan jika dalam acara itu ada satu saja yang sudah terinfeksi virus corona.

“Maka akibatnya sangatlah serius. Satu dua oramg saja di Sulut yang sudah positif covid-19, masyarakat sudah panik. Apalagi seandainya ada puluhan atau bahkan ratusan,” ujar politisi muda Partai Golkar ini.

Dia menyarankan, ke depan jika ada acara serupa teknisnya bisa dievalusi lagi. Dia meminta pemerintah bisa membawa sembako ke rumah para driver ojek online sehingga bisa tepat sasaran.

“Saya tak menyalahkan driver ojek online. Mereka harus kita dukung di tengah situasi ini,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here