Pemkab Minsel All Out Tangkal Corona, Anggarkan Rp13 Miliar Lebih

IMG-20200914-WA0018

AMURANG, SorotanNews.com –Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan all out menangkal Covid-19. Tak tanggung-tanggung dibawah arahan Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CeP) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) merealokasikan anggaran APBD tahun 2020 sebesar Rp13.612 Miliar untuk penanganan pandemi Covid-19.

Gelontoran anggaran miliaran rupiah itu, sudah diajukan ke Kemendagri sebagai laporan tindak lanjut Intruksi Menteri Dalam Negeri (Imen) sejak Rabu (8/4) pekan lalu.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Melky Manus menjelaskan refocusing anggaran tersebut tidak hanya untuk penanganan kesehatan, namun juga untuk masyarakat yang terdampak secara sosial ekonomi atau jaring pengaman sosial. Sebagaimana arahan Bupati Christiany Eugenia Paruntu yang dibahas bersama TAPD.

“Kita sudah siapkan anggarannya sebesar Rp13, 612 miliar. Penggunaannya ada pada tiga sektor. Yakni pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial. Sebagai dampak dari Covid-19 ini, ” ungkap Manus Selasa (14/4) 2020.

Rincian anggaran miliaran rupiah itu didapat dari realokasi sejumlah kegiatan rutin dan belanja tidak terduga.

“Untuk belanja kegiatan yang digeser mencapai Rp6,112 miliar. Sementara dari belanja tak terduga (BTT) mencapai Rp7,500 miliar, ” tambah Manus.

Sementara itu, juru bicara Covid-19 Kabupaten Minasaha Selatan Royke Mandey menjelaskan penggunaan anggaran untuk sektor kesehatan digunakan untuk pembelian alat medis seperti paket APD, masker, handsanitizer, handscon dan alat pengukur suhu. Termasuk juga untuk penanganan pasien.

“Begitupun untuk sektor ekonomi dan sosial. Pemerintah kabupaten sudah sedang menyiapkan bantuan sembako. Untuk dibagikan ke masyarakat yang terdampak. Ada sekira 18.000 KK yang sudah didata, ” tandasnya.

Dia pun mengatakan sebagai langkah preventif Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui tim gugus tugas Covid-19 telah mengoperasikan delapan posko di setiap pintu masuk keluar Minsel sejak 10 April pekan lalu.

“Dari jam 6 pagi sampe jam 6 sore kendaraan bisa masuk keluar. Tapi dalam pengawasan ketat. Sementara jam 6 sore sampai jam 6 pagi itu hanya dikhususkan bagi kendaraan pembawa logistik, stok pangan, BBM, Ambulance dan kendaraan tertentu lainnya. Berkaitan dengan kepentingan umum, ” tandas Mandey.

Delapan titik itu berada di pintu keluar masuk perbatasan Rap-rap – Pinasungkulan, Munte- Senduk, Tangkuney-Timbukar, Tareran- Tombasian, Ranoketang Tua – Lobu, Beringin-Kalait, Sinisir-Guaan, dan Jembatan Poigar.

Mandey pun mengingatkan himbauan Bupati Christiany Eugenia Paruntu kepada warga Minsel untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Tetap tinggal di rumah, lakukan physical distancing dan rajin cuci tangan. (*dou)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here