PILKADA Dihelat Desember 2020, Begini Tanggapan Pengamat Ferry Liando

IMG-20200914-WA0018

MANADO,SorotanNews.com — KEPUTUSAN menghelat pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang oleh Komisi II DPR, Mendagri dan KPU RI direspon positif pengamat politik Unsrat Manado Ferry Daud Liando. Sebab menurutnya keputusan itu diambil atas dasar prediksi Pandemi Covid 19 akan berakhir dalam waktu dekat ini.

Kendati begitu dia menyampaikan sejumlah catatan yang harus ikut dipertimbangkan.

“Tentu perhitungan ini sebuah informasi yg baik. Namun demikan jika belum ada perhitungan sampai kapan covid-19 berakhir maka terlalu beresiko jika Pilkada digelar Desember 2020,” ungkap Liando saat dihubungi media ini Selasa (14/4) malam tadi.

Apalagi menurut Liando hampir semua daerah telah mengalihkan sebagian besar anggaran untuk penganan covid 19.

“Kalaupun pada September atau Oktober ada jadwal pembahasan APBD perubahan, sepertinya tetap akan sulit karena KPU harus mengejar tahapan yang belum dilaksanakan sebelum September. Jika melaksanakan tahapan sebelum pembahasan APBD perubahan, lalu pembiayaan pikkada terutama untuk di tahapan awal mau ambil di mana?,” tandasnya.

Selain sejumlah faktor di atas kata akademisi yang concern di bidang kepemiluan dan demokrasi itu menyebutkan terlalu berat bagi penyelenggara akan berkerja profesional jika masih dihantui rasa ketakutan dan trauma akibat covid 19.

“Akan banyak aktivitas penyelenggara yang akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Tentu ini akan jadi beban sehingga berpotensi menggangu kerja-kerja penyelengara, ” terang Liando.

Sembari mengingatkan KPU tetap butuh payung hukum baru. Sebab pasal 201 UU 10/2016 tentang pilkada menyebutkan bahwa pembungutan suara dilaksanakan pada September 2020. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here