Pemkab Minsel Mulai Salurkan 26.770 Paket Sembako Covid-19 Emergency Priority

IMG-20200914-WA0018

AMURANG, SorotanNews.com — PEMERINTAH Kabupaten Minahasa Selatan mulai menyalurkan paket sembako program jaring pengaman sosial bagi warga kurang mampu dan terdampak Covid-19, Jumat (24/4) kemarin.

Penyaluran perdana yang dipantau langsung Bupati Christiany Eugenia Paruntu itu menyasar 1.250 Kepala Keluarga yang tersebar di sepuluh desa Kecematan Modoinding dan 1.750 paket bagi warga kecamatan Maesaan yang tersebar di dua belas desa.

“Ada 26.770 paket sembako dari pemkab Minsel yang mulai kita salurkan. Akan dibagikan ke 177 Desa dan keluarahan yang tersebar di 17 Kecamatan yang ada. Hari ini kita bagikan ke Warga Modoinding dan Maesaan,” ungkap Bupati Christiany Eugenia Paruntu.

Guna memastikan isi paket sembako yang dibagikan ke masyarakat, Bupati bersama Forkompimda memeriksa secara langsung isi paket sembako sebelum dibagikan.

“Covid Emergency Priority merupakan program prioritas dari Pemkab Minsel dalam upaya penanganan Covid-19. Kiranya bantuan ini dapat dipergunakan dengan baik dan membantu warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” harap Bupati.

Pada kesempatan itu pun Bupati dua periode Minsel itu menghimbau agar warga tetap menjalankan program physical distancing dan terus gunakan masker dalam aktivitas.

“Kalau tidak penting tak usah keluar rumah. Kalau toh harus keluar jangan lupa gunakan masker. Cuci tangan dan jaga jarak. Mari kita juga doakan daerah kita biar terhindar dari bahaya Covid-19,” imbau Tetty.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemkab Minsel Sofie Sumampow melalui Kabid pemberdayaan sosial Eva Winokan merinci paket sembako yang dibagikan ke warga Minsel berupa beras, susu, ikan kaleng dan supermi.

“Disalurkan melalui pemerintah desa dan kelurahan. Secara bertahap. Karena kita sudah mulai dari daerah Modoinding dan Maesaan. Kita akan lanjutkan pekan depan ke Kecamatan Tompaso Baru, dan Ranoyapo. Begitu selanjutnya ke Kecamatan lainnya. Satu hari dua kecamatan yang kita salurkan, ” tambah Winokan.

Diketahui Pemkab Minsel telah mengalokasikan dana APBD 2020 untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 19,1 miliar dan menjadi salah satu Kabupaten di Sulawesi Utara yang terbesar menata anggaran Covid-19.

Padahal Kementrian Kuangan telah memangkas Rp134 miliar dana transfer daerah ke Minsel dampak Covid-19.

Termasuk harus menyiapkan anggaran sebesar Rp60 miliar lebih untuk penyelenggara pilkada 2020.

Kendati di tengah ‘krisis’ anggaran Pemkab Minsel tetap all out menangkal Covid-19 dengan anggaran sebanyak itu.

Penggunannya selain untuk membeli berbagai peralatan kesehatan yang dibutuhkan petugas medis menangani kasus Covid-19 juga digunakan untuk penyaluran bansos sembako kepada warga yang terdampak virus corona di daerah ini. (dou)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here