NEW NORMAL? Kairupan Sebut Pemerintah Jangan Jadi Pengecut

IMG-20200914-WA0018

MANADO, SorotanNews.com — NADA protes dilayangkan akademisi Unsrat Josep Kairupan atas wacana penerapan new normal oleh pemerintah.

Dosen yang aktif dengan dunia riset itu berharap pemerintah dapat lebih mempertimbangkan kehidupan New Normal yang nantinya akan diterapkan.

Apalagi alasan penyelamatan ekonomi bagi Kairupan itu pertimbangan aneh bin ajaib.

Harusnya menurut dia keselamatan masyarakat jadi prioritas.

“Kalau betul pemerintah mau menerapkan ne normal di tengah pandemi Covid-19 itu terkesan sebagai suatu keputusan yg pengecut. Karena takut kelumpuhan total perekonomian dan keuangan negara dgn mengorbankan rakyatnya. Jangan-jangan ini suatu cara untuk mengurangi jumlah penduduk?,” tanya Kairupan.

Argumentasinya hingga kini pemerintah belum mampu memberikan jaminan atas keselamatan rakyat.

“Walaupun menjalani kehidupan New Normal dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Lantas apakah itu dapat menjamin minimnya penularan. Bayangkan saja tenaga medis yang sudah menggunakan APD lengkap, disinfektan, sanitazer sekalipun malah data menunjukkan masih banyak yang terjangkit,” katanya.

Apalagi masyarakat non medis yang cuma menggunakan masker. Apa bisa dijamin keluarganya, orang tua kita yang sudah lansia, anak balita, bahkan kita yg sudah ada penyakit penyerta akan terbebas dari penularan.

Kenyataan-kenyataan semacam itu memunculkan kekuatiran nanti rumah sakit tidak akan mampu lagi menampung pasien positif karena terlalu banyak yang terjangkit.

“Jika sudah seperti ini bukan tidak mungkin tim medis akan selamatkan diri masing-masing dan keluarganya. Seperti di Ekuador. Kalau kondisi itu terjadi justru ini akan menjadi abnormal, ” tegas Dosen Fisip Unsrat itu.

Sehingga kata dia New Normal itu bisa dilakukan kalau kurva penularan sudah zero growth.

“Seperti di Jerman. Nah, untuk Indonesia kurva sementara tinggi-tingginya, ini keputusan “gila”,” kritiknya menutup.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here