oleh

Bersama Gubernur Olly, Ferry Liando Terima Penghargaan Komisi Penyiaran

MANADO, SorotanNews.com –Ferry Liando menerima penghargaan Anugerah Penyiaran oleh Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Sulawesi Utara tahun 2021. Pengargaan lembaga penyiaran itu diserahkan KPID Sulut pada malam penganugerahan KPID yang dihelat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (09/12/2021) malam.

Selain Liando, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen serta Alm Lukman Wakid, juga tercatat sebagai penerima award penyiaran tahun 2021.

Di sisi lain momentum penganugerahan lembaga penyiaran terhadap tokoh-tokoh penting yang memiliki kontribusi besar terhadap literasi penyiaran di Sulawesi Utara harus dimaknai sebagai alarm yang mengingatkan publik dimulainya era tv digital sebagaimana yang digaungkan Kementerian Kominfo.

Ferry Liando kepada wartawan mengatakan, salah satu alasan mengapa dibentuk komisi penyiaran di daerah, adalah untuk memastikan apakah penyiaran yang di lakukan oleh usaha-usaha penyiaran di daerah itu bisa memenuhi kebutuhan publik atau tidak.

Sebagian besar lembaga penyiaran menurut dia kerap memberitakan hal-hal yang belum menjadi kebutuhan publik, namun lebih kepada aspek pemenuhan kebutuhan perusahaan.

“Sehingga masyarakat tidak mendapatakan edukasi dan informasi yang objektif dan utuh,” katanya via telepon.

Selama ini banyak media kerap dimanfaatkan publik untuk menyalurkan keluh kesahnya, seperti Facebook, IG atau YouTube karena belum semua lembaga penyiaran mampu mengakomodasi kepentingan-kepentingan publik lewat pemberitaan.

“Padahal lembaga penyiaran adalah salah satu institusi yang diharapkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Saluran komunikasi politik antara pemeritah daerah dan masyarakat harusnya melalui DPRD. Tapi lembaga itu makin ditinggal publik karena tidak dipercaya akan mampu memeperjuangkan kepentingan publik,” urainya.

Setiap tahun DPRD menurut dia menggelar reses untuk menampung aspirasi masyarakat.

Namun keluhan dan aspirasi masyarakat lewat reses, tidak ada satupun yang menghasilkan perubahan.

“Rakyat hanya dijadikan subjek agar anggaran APBD dapat terserap, tapi sesunggunya tidak ada manfaat yang dirasakan rakyat atas kegiatan-kegiatan itu,” ujar dia.

Penyampaian aspirasi masyarakat lewat demonstrasi, juga jarang terakomodasi pada kebijakan pemerintah. Atas hal itu sebetulnya media penyiaran menurutnya menjadi alternerif masyarakat dalam menyampaikan keluh kesah.

“Tapi lagi-lagi belum banyak lembaga penyiaran yang serius berpihak pada kepentingan masyarakat. Itulah sebabnya, komisi penyiaran daerah (KPID) itu merupakan produk politik DPRD, bukan melalui politic apointee KPI Pusat dan pembiayaan operasional bersumber dari APBD. Hal itu dimaksudkan agar fungsi KPID Sulut dapat memastikan apakah informasi-informasi yang disajikan institusi penyiaran memberikan dampak pada kepentingan publik atau tidak,” tukasnya.

Acara bertabur anugerah ini dihadiri insan penyiaran se-Sulut, Kadis Kominfo Sulut Steven liow, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dr Kartika Devi Tanos serta tamu dan undangan lainnya.

Sementara, Anggota Komisi Informasi Publik yang juga mantan Ketua KPID Sulawesi Utara Raymond Pasla menilai, penghargaan kepada Ferry Liando oleh KPID, adalah hal yang pantas.

Sebab selama ini beliau sangat konsern pada penyiaran di Sulut. banyak kontribusi pemikiran yang dituangkan untuk menjadikan penyiaran Sulut menjadi lebih baik,” kata Pasla sebagaimana dikutip pada sejumlah media.

Dia menilai KPID telah memberi award kepada orang yang tepat.

Diketahui anugerah penyiaran ini sendiri dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada insan penyiaran yang telah berprestasi di jagat penyiaran, khususnya di Sulawesi Utara. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *