oleh

Gelar Webinar Wawasan Kebangsaan, Unsrat Hadirkan Kapolda dan Pandam Jadi Narsum

MANADO, SorotanNews.com –Unsrat Manado menggelar kuliah umum dan Webinar Nasional di Aula lantai 4 Kantor Pusat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Kamis (17/2) kemarin.

Webinar yang bertemakan Wawasan Kebangsaan Intelektual muda di era pandemi dan medsos ini menghadirkan sejumlah pembicara seperti Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno, Pandam XIII Merdeka Mayjen TNI Alfred Denny Tuejeh dan Ketua DPD KNPI Sulut Rio Dondokambey.

Rektor Unsrat Ellen Kumaat dalam sambutannya menekankan sebagai warga negara yang dibekali dengan kemampuan intelektual, maka mahasiswa juga dituntut untuk bisa berperan aktif dalam pembangunan baik secara digital informatif, dengan mengutamakan pola pikir yang kreatif, inovatif dan tetap dalam kesantunan.

“Kita semua, termasuk kaum muda yang menggunakan media sosial haruslah dibekali dengan kerangka berpikir yang komprehensif agar dapat memberdayakan media sosial secara kreatif dan inovatif,” kata Rektor Ellen.

Pandemi Covid –19, ditegaskannya telah mendorong terjadinya percepatan transformasi digital. Dimana, peran media sosial semakin tidak tergantikan sebagai saluran komunikasi, informasi, interaksi dan partisipasi masyarakat secara luas. Walau begitu, rektor juga mengingatkan agar literasi digital terutama di masa pandemi mampu mendorong para kaum muda untuk ikut menyebarkan informasi.

“Informasi yang berlandaskan pada kesadaran moral kolektif demi terwujudnya interaksi sosial yang sehat, beradab, santun dan penuh kearifan. Ingat kesantunan dan kebenaran juga wajib diikutsertakan dalam literasi digital,” tambahnya.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey yang diwakili oleh Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut Robby Sangian menngingatkan pentingnya mendukung program pemerintah. Dia berharap para inteletual muda yang diwakili oleh para mahasiswa harus mampu bersatu dan menjadi mitra pemerintah untuk mengkampanyekan program strategis yang ada lewat platform sosial media.

“Tentu saja, sambil terus menjadi pelopor penggunaan media sosial, yang bertanggung jawab dan beretika. Pesan pesan moral yang revolusioner dan solutif harus selalu disebarluaskan, sehingga berdampak terhadap percepatan pembangunan berwawasan kebangsaan nasional,” harapnya.

Sementara itu Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno memaparkan untuk meningkatkan konsep dasar pemahaman dan aktualisasi wawasan kebangsaan para mahasiswa sebagai generasi muda Indonesia di era revolusi 4.0.

“Wawasan kebangsaan ini harus dibangun terus, kalau tidak kita akan terpengaruh dengan ideologi atau pengaruh budaya dari negara asing,” ujar Irjen Pol Mulyatno.

Lanjutnya, para mahasiswa harus memiliki kepedulian untuk berbagi memberikan wawasan kebangsaan.

“Agar supaya wawasan kebangsaan itu masih tetap hdup di sanubari hati, dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari,” jelasnya.

Irjen Pol Mulyatno juga berpesan kepada seluruh peserta webinar agar menggunakan media sosial (medsos) secara baik dan benar.

Tokoh Pemuda Sulut yang juga merupakan Ketua KNPI Sulut, Rio Dondokambey saat membawakan materi juga menyentil pengertian, dan pentingnya wawasan kebangsaan untuk generasi muda di era pandemi dan media sosial, serta bagaimana memperkuat wawasan kebangsaan untuk generasi muda di dalamnya intelektual muda.

“Kita adalah penerus bangsa dan kita lah yang wajib menjadi yang utama dalam pembangunan ini,” ungkap Rio di hadapan para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *