JAKARTA –Aroma khas minyak nilam dari Poopo, kehangatan Minyak Tawaang, dan cita rasa unik Cap Tikus, siap menyambut para pengunjung di jantung ibukota. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minahasa Selatan Minsel, sebagai bagian dari kontingen Dinas PMD Provinsi Sulawesi Utara, mengambil langkah besar dengan memastikan kehadiran mereka dalam gelaran akbar Agrinex Expo 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoranpada tanggal 6-8 November 2025.

Kehadiran Minsel di pameran bergengsi sektor pertanian ini bukan sekadar mengikuti undangan, melainkan membawa misi mulia: mengangkat derajat produk desa ke pentas nasional, sejalan dengan dukungan terhadap program ASTA Cita Pemerintah, khususnya pilar kedaulatan Pangan, ekonomi hijau, dan penciptaan lapangan kerja.

Desa-Desa Jadi Garda Depan Ekonomi

Lebih dari 30 desa dari Minsel unjuk gigi, memamerkan kekayaan alam dan kreativitas olahan mereka. Inilah saatnya Minsel membuktikan bahwa potensi desa adalah garda depan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

“Kami membawa semangat dari desa-desa. Produk-produk ini adalah cerminan gotong royong dan inovasi masyarakat Minsel,” ujar Kepala Dinas PMD Ever Poluakan melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Ester Masengi.

Ia berharap Iven kali menjadi kesempatan bagi produk lokal untuk bersaing di pasar nasional.

“Melalui booth kami, kami ingin membuka mata pasar nasional dan internasional tentang betapa kayanya Minahasa Selatan.” Harap Masengi.

Produk-produk unggulan yang akan dipamerkan menjadi bukti keberagaman agribisnis dan potensi kearifan lokal. Mulai dari keunikan Minyak Nilam Poopo, Minyak Tawaang, serta Cap Tikus sebagai minuman fermentasi khas, hingga kelezatan Kerupuk Kulit Kakao, aneka cemilan, produk olahan kentang dari Modoinding, VCO, Abon Ikan, Gula Semut, dan serbuk minuman kesehatan. Semua produk ini dikurasi sebagai representasi dari kemandirian dan inovasi masyarakat desa.

Jembatan Bisnis Menuju Kemakmuran

Partisipasi dalam Agrinex Expo 2025 memberikan kesempatan emas bagi Minsel. Selain Sosialisasi Program PMD** seperti Food Estate dan Desa Mandiri, arena pameran juga memfasilitasi pertemuan bisnis strategis. Dengan adanya Lounge Kadin Indonesia dan sesi Business Matching, produk-produk Minsel berpeluang besar untuk menjalin kerja sama Business to Business (B2B) dan Business to Costumer (B2C), serta memperluas jaringan pasar.

Keikutsertaan Dinas PMD Minsel dalam  membuka stan pameran dapat menjadi langkah nyata yang memantik investasi, membuka lapangan kerja baru, dan pada akhirnya, membawa kemakmuran yang berkesinambungan bagi seluruh masyarakat Minahasa Selatan.

Keikutsertaan ini adalah bukti komitmen Minsel untuk berkontribusi mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% di tahun 2029. (dou)