MINAHASA SELATAN – Di banyak tempat, bonus atlet seringkali berakhir pada selembar kertas bertuliskan nominal besar—sebuah simbolis di atas panggung, sementara pencairan dananya masih harus menunggu proses birokrasi yang panjang. Namun, cerita berbeda datang dari Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Di penghujung tahun 2025, tepatnya Rabu (31/12/2025), Rumah Dinas Bupati Minsel tidak hanya menjadi saksi pergantian tahun, tetapi juga menjadi saksi tunainya sebuah janji.
Franky Donny Wongkar, SH (FDW), sosok yang memegang dua nahkoda sekaligus—sebagai Bupati Minsel dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Minsel—memilih jalan yang berbeda. Ia menolak sekadar memberi janji manis. Di hadapan para pahlawan olahraga yang telah berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025, FDW menunaikan kewajibannya secara tunai dan tuntas.
Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan ketika FDW menyerahkan bonus tersebut. Tidak ada pengecualian. Semua atlet peraih medali, mulai dari emas, perak, hingga perunggu, menerima hak mereka hari itu juga. Begitu pula dengan para pelatih, sosok di balik layar yang kerap terlupakan, turut merasakan apresiasi nyata tersebut.
“Saat ini, kami pengurus KONI dengan bangga menyatakan komitmen kami untuk menyerahkan bonus kepada para atlet yang telah meraih medali di Porprov ke-12 Sulut. Kami juga tidak melupakan peran penting para pelatih, yang juga akan menerima bonus atas dedikasi dan kerja keras mereka,” ujar FDW dengan nada penuh semangat, yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Langkah FDW ini sontak memantik apresiasi dari berbagai kalangan. Di tengah skeptisisme publik terhadap janji pejabat, apa yang dilakukan Ketua KONI Minsel ini dianggap sebagai oase.
Seorang pemerhati olahraga Minsel yang hadir di lokasi tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
“Cuma Minsel yang menyerahkan secara langsung kepada semua atlet. Kalau daerah lain hanya simbolis dulu, kemudian sisanya menyusul. Beda sama Minsel. Terbaik,” ungkapnya lugas.
Dalam sambutannya FDW tidak hanya bicara soal uang pembinaan. Ia berbicara soal “kita”.
Bagi Bupati Wongkar, medali yang dikalungkan di leher atlet adalah hasil keringat banyak orang. Ia menyadari bahwa prestasi olahraga adalah sebuah ekosistem yang rumit namun indah.
“Untuk memajukan olahraga di Minsel, kita membutuhkan banyak elemen. Selain atlet, ada juga pelatih, orang tua, dan penonton yang selalu memberikan dukungan,” tutur FDW.
Bahkan, ia menyentuh aspek spiritual yang sering luput dari perhatian, mengucapkan terima kasih kepada para tokoh agama yang tak henti mendoakan keselamatan dan kemenangan para kontingen selama bertanding di Porprov.
FDW menegaskan, baik yang membawa pulang medali maupun yang belum, semuanya adalah aset berharga Minsel yang harus terus dibina.
Menatap Masa Depan
Penyerahan bonus di hari terakhir tahun 2025 ini menjadi penutup yang manis sekaligus pembuka harapan baru. FDW menitipkan pesan agar euforia ini tidak membuat terlena. Sebaliknya, bonus ini diharapkan menjadi bahan bakar untuk berlatih lebih keras demi Porprov edisi berikutnya.
Tindakan Franky Donny Wongkar hari itu mengajarkan satu hal penting: apresiasi terbaik bagi seorang pejuang olahraga bukan hanya pada nominalnya, melainkan pada kecepatan dan ketulusan dalam memberikannya. Di Minsel, janji itu telah lunas dibayar. (douglas)



Tinggalkan Balasan