MINAHASA SELATAN– Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Pemkab Minsel) memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya potongan percakapan WhatsApp yang mencatut nama instansi protokol pimpinan daerah. Dalam tangkapan layar yang viral di media sosial, pria bernama Denny Masinambow (DM) mengaku sebagai bagian dari staf Protokol Bupati dan Wakil Bupati Minsel.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Minsel, Tusrianto Rumengan, dengan tegas membantah klaim tersebut. Ia menyatakan bahwa nama yang bersangkutan tidak pernah terdaftar dalam struktur protokoler maupun jajaran pegawai Pemkab Minsel.

“Itu tidak benar. Yang bersangkutan tidak pernah tercatat atau menjadi bagian dari Protokol. Tegas kami katakan itu hoaks,” ungkap Rumengan saat dikonfirmasi pada Rabu (31/12).

Rumengan menduga bahwa pencatutan jabatan tersebut merupakan siasat pribadi DM untuk membangun citra tertentu di hadapan lawan bicaranya. Pemkab Minsel merasa perlu meluruskan hal ini agar tidak terjadi kegaduhan atau penyalahgunaan nama institusi lebih lanjut.

“Kami memastikan chatingan yang beredar itu sepertinya siasat yang bersangkutan untuk mengelabui lawan bicaranya. Kami meminta masyarakat untuk tidak percaya pada pengakuan sepihak yang tidak berdasar,” tambahnya.

Di sisi lain Pemkab Minsel mendorong agar kasus ini segera diungkap Kepolisian. Dan pelaku mendapat hukuman setimpal.

“Semoga aparat segera menuntaskan kasus ini supaya ada titik terang. Kami tentu ikut berduka atas peristiwa ini, sekaligus mendoakan keluarga diberi kekuatan dan penghiburan sejati oleha Tuhan Yesus,” ungkap Rumengan.

Latar Belakang: Sosok Dosen di Balik Kasus Viral

Berdasarkan penelusuran informasi, Denny Masinambow diketahui berprofesi sebagai dosen di program studi PGSD Universitas Negeri Manado (UNIMA). Nama DM mendadak menjadi sorotan tajam publik Sulawesi Utara setelah mencuatnya dugaan skandal pelecehan seksual yang melibatkan dirinya.

Kasus ini menjadi tragis lantaran korbannya, seorang mahasiswa asal Nusa Utara, dilaporkan mengalami trauma berat akibat dugaan pelecehan tersebut. Puncaknya, korban ditemukan meninggal dunia akibat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Gelombang Kecaman di Sulawesi Utara

Peristiwa memilukan ini memicu gelombang amarah dan keprihatinan dari warga Sulawesi Utara. Di berbagai platform media sosial, netizen mendesak pihak kepolisian dan pihak kampus UNIMA untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak universitas dikabarkan tengah melakukan investigasi internal, sementara pihak kepolisian terus mendalami keterkaitan antara tindakan terduga pelaku dengan penyebab kematian korban. (*)