AMURANG, SorotanNews.com — KAMIS (19/02) sore tadi, Aula Serbaguna Hotel Sutan Raja Amurang terasa lebih hangat dari biasanya. Aroma kopi dan gemuruh tepuk tangan membungkus sebuah momentum penting bagi masa depan olahraga di Tanah Minsel. Bukan sekadar seremoni pelantikan pengurus KONI Minahasa Selatan periode 2025-2029, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang ambisi, transparansi, dan keringat para atlet yang tak ingin disia-siakan.
Di tengah sorotan lampu aula, Frangky Donny Wongkar kembali melangkah maju. Sang Bupati, yang kini kembali dipercaya menakhodai organisasi tersebut, berdiri dengan visi yang jernih. Para pengurus KONI Minsel MB 2025-2029 resmi dilantik. Bagi FDW yang kembali dipercayakan memimpin KONI bukan hanya soal mencetak juara di atas podium, melainkan membangun fondasi yang jujur.
Ia berbicara lantang tentang sinergitas dan tertib administrasi—dua pilar yang seringkali terlupakan namun menjadi penentu hidup matinya sebuah organisasi olahraga.
Dengan tegas, ia menjanjikan bahwa tradisi apresiasi berupa bonus bagi atlet berprestasi yang selama ini berjalan akan tetap menjadi prioritas.
“Tradisi apresiasi ini akan terus kita kawal,” ujarnya, memberikan kepastian bagi mereka yang telah berjuang mengharumkan nama daerah di berbagai Iven olahraga.
Ia memastikan KONI Minsel akan terus menjaga api perjuangan atlit dan terus berprestasi di berbagi Iven olahraga.
Suasana semakin hidup ketika Ketua KONI Sulawesi Utara, Brigjen TNI (Purn) Bonavosius Jerry Waleleng, naik ke podium.
Ada nada kagum dalam suaranya saat melihat barisan kursi yang diisi oleh seluruh camat se-Kabupaten Minsel.
Baginya, kehadiran para pimpinan wilayah ini adalah bukti bahwa dukungan olahraga di Minsel telah meresap hingga ke akar rumput, sebuah pemandangan yang jarang ia temukan di daerah lain.
Waleleng mengingatkan bahwa prestasi Minsel yang berhasil merangkak naik dari posisi 9 ke posisi 8 pada Porprov lalu adalah modal berharga, namun tantangan ke depan jauh lebih terjal.
Di balik seragam formal dan protokol kenegaraan, ada target besar yang dicanangkan Sulut. menembus 10 besar pada PON 2028 di NTB dan NTT.
Strateginya tajam dan terukur melalui metode “Bapak Asuh” serta pemetaan cabang olahraga prioritas.
Waleleng menyebut Minsel sebagai lumbung potensial bagi cabor beladiri dan atletik.
Logikanya sederhana namun kuat: jika setiap kabupaten mampu melahirkan dua peraih medali emas, maka mimpi Sulawesi Utara untuk mengantongi 30 emas bukanlah sekadar isapan jempol.
Minsel memang punya catatan istimewa di mata KONI Sulut. Sejauh ini, daerah ini menjadi satu-satunya yang sukses menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB), sebuah ajang yang menjadi bukti nyata keseriusan dalam menjaring bibit unggul dari desa-desa terpencil.
Kini, dengan kepengurusan yang baru dilantik, konsolidasi program dan kegiatan kain dimantapkan. Di bawah langit Amurang sore itu, sebuah janji telah dipahat; bahwa pembinaan atlet bukan lagi sekadar urusan teknis di lapangan, melainkan sebuah kerja kolektif yang jujur demi kejayaan yang berkelanjutan. (*)



Tinggalkan Balasan