MINAHASA SELATAN, SorotanNews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (ABPEDNAS) Sulawesi Utara sukses menggelar agenda silaturahmi dan penguatan kelembagaan bersama pengurus DPC ABPEDNAS se-Kabupaten Minahasa Selatan. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Waleta, Kantor Bupati Minahasa Selatan, pada, Selasa (5/05) siang tadi.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara ABPEDNAS Sulut, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua DPD ABPEDNAS Sulut yang juga Senator DPD RI, Stefanus BAN Liow, serta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, Dr. Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat ABPEDNAS Sulut.
Fokus Utama: Jaga Desa dan Ketahanan Pangan
Rangkaian agenda penguatan kelembagaan ini mencakup sejumlah program krusial, di antaranya:
-
Penguatan Tupoksi: Penajaman fungsi dan tugas Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
-
Jaga Dapur MBG: Peninjauan langsung ke sekolah-sekolah dan SPPG sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan.
-
Pelestarian Lingkungan: Aksi penanaman pohon demi menjaga kualitas air bersih dan ekosistem desa.
-
Demokrasi Berkualitas: Komitmen bersama dalam mengawal jalannya Pemilu dan Pilkades yang kondusif.
Dalam arahannya, Kajati Sulut Dr. Jacob menekankan bahwa BPD merupakan mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum. Ia mengajak seluruh anggota ABPEDNAS untuk menjadi benteng utama dalam menjaga desa.
“Kita semua harus menjaga desa. Negara ini tidak akan kuat jika kita tidak menjaga desa, karena sumber kehidupan kita semua berasal dari sana,” tegas Jacob.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Kejaksaan mencakup pengawasan Dana Desa demi stabilitas sosial, penguatan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih (KMP), serta memastikan proses demokrasi di tingkat desa berjalan adil.
Ketua DPD ABPEDNAS Sulut, Stefanus BAN Liow, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 3.000 peserta yang terdiri dari anggota BPD dan perangkat desa dari 167 desa di wilayah Minahasa Selatan.
Senator Stefa memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Kejaksaan yang telah memberikan pendampingan hukum secara preventif bagi aparatur desa. Apresiasi yang sama pun disampaikan ke Bupati Franky D Wongkar dan Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu yang telah mendukung kegiatan ABPEDNAS berlangsung khidmat.
“Kehadiran Kejaksaan adalah bentuk kepedulian agar tata kelola desa kita terhindar dari persoalan hukum. Kami berharap melalui penguatan peran BPD ini, lahir inovasi-inovasi baru yang mampu membawa desa-desa di Sulawesi Utara menuju kemandirian ekonomi,” ujar Stefa menutup sambutannya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi para anggota BPD di Minahasa Selatan untuk lebih profesional dalam menjalankan fungsi pengawasan dan kemitraan demi kesejahteraan masyarakat desa.
Diketahui kegiatan yang juga dihadiri oleh Forkompinda di antaranya Kapolres Minsel, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan, Dandim dan sejumlah stakeholder lainnya itu ditutup dengan melakukan penanaman pohon bersama sebagai simbolik menjaga lingkungan hidup.



Tinggalkan Balasan