AMURANG, SorotanNews.com — PERUBAHAN cuaca yang ditandai dengan tingginya intensitas curah hujan patut diwaspadai.

Pasalnya cuaca yang tidak menentu memicu beragam dampak.

Tidak hanya potensi bencana alam.

Resiko penyebaran kasus DBD pun patut diwaspadai menyusul periode transisi perubahan iklim yang dimulai sejak November kemarin.

Mengantisipasi berbagai potensi dampak tersebut, Bupati Minsel Franky Wongkar memberikan himbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala daerah yang matang dan tenang itu, berharap masyarakat terhindar dari resiko-resiko perubahan iklim yang sedang terjadi.

“Pemkab Minsel mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini menyusul adanya risiko penyebaran kasus DBD khususnya pada periode transisi perubahan iklim yang dimulai pada bulan November 2023,” ingat Bupati.

Bupati berharap masyarakat untuk secara giat melakukan tindakan preventif melalui gerakan 3M Plus. Menguras tempat penampungan air.

Menutup tempat-tempat penampungan air.

Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

“Menguras dan menyikat bersih bak mandi kolam air minimal satu minggu sekali,” pesannya.

Selain itu, kegiatan 3M dilakukan dengan cara menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan, tandon, drum dan sebagainya. Juga memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

“Apabila ada keluarga atau masyarakat yang terkena DBD, segera bawa ke Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan terdekat,” kata Bupati.

Tak hanya kepada masyarakat FDW juga meminta Puskesmas yang mendapatkan informasi kasus DBD di wilayahnya segera melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) selama 1×24 Jam.

“Fogging atau pengasapan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kepadatan populasi vektor dan atau kasus penyakit,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi bencana alam akibat curah hujan yang cukup, Bupati menghimbau agar masyarakat bersama-sama bergotong royong untuk membersihkan solokan yang ada di lingkungannya masing-masing.

Himbauan untuk masyarakat untuk bergotong royong membersihkan solokan-solokan yang ada di lingkungan masing-masing, jangan sampai ada sampah berserakan” Ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menghimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dan yang paling utama adalah untuk tetap selalu waspada.

Kemudian juga menjaga kebersihan dan yang terakhir selalu waspada karena memang musim hujan ini bukan di Minsel saja tetapi di seluruh Indonesia” Ucapnya. (*)