AMURANG, SorotanNews.com — Fenomena kematian massal ribuan ikan di tambak milik warga di wilayah Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, menyita perhatian publik. Bangkai ikan mujaer dan mas yang mengambang di kolam peliharaan sekitar Jalan Raya Tareran-Tumpaan menimbulkan rasa penasaran.

Kejadian ini pertama kali viral di media sosial, memicu beragam spekulasi dari warganet. Banyak yang menduga bahwa kematian ikan disebabkan oleh  limbah industri dari pabrik sekitar.

Salah satu pemilik tambak yang terdampak, Alan Jacob menyatakan bahwa ikan-ikan di tambaknya mulai mati dua hari lalu. Ia menduga kuat air tambaknya tercemar limbah pabrik.

“Kerugiannya sangat besar. Kalau tidak mati Desember akan panen,” kesal Jacob.

Menanggapi kejadian ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Selatan segera turun ke lapangan untuk dianalisis. Kendati demikian, pihak DLH mengakui bahwa mereka belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab kematian massal ikan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minsel, Roi Sumangkut kepada menyatakan bahwa pihaknya sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan langsung.

“Kemarin, kami sudah menugaskan tim untuk pemantauan,” ungkap Kadis Roi, kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).

Langkah selanjutnya, kata dia, adalah berkoordinasi dengan Camat Tumpaan untuk pengajuan pengambilan sampel oleh Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM).

“Kami juga berkolaborasi dengan Polres untuk melakukan investigasi,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan DLH Minsel dalam mengungkap penyebab kematian ikan yang meresahkan warga.

“Melalui kerja sama dengan BLKM, diharapkan sampel air dapat dianalisis secara ilmiah untuk mengetahui ada tidaknya pencemaran zat berbahaya,” tegas Roi Sumangkut.

Selain itu, menurut dia, keterlibatan Polres Minsel sangat penting untuk mengusut dugaan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mengungkap tuntas kasus ini dan mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan,” pungkasnya. (*)