AMURANG, SorotanNews.com — Banyak kasus KDRT yang sudah terjadi selama bertahun-tahun karena korban cenderung merasakan kesulitan menghadapi kekerasan fisik maupun verbal yang diterima. Namun, tidak ada seorang pun yang pantas mendapatkan kekerasan dari pasangan. Menghadapi berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Minsel mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila menjadi korban atau mengetahui peristiwa tersebut. Lantas bagaimana caranya menghadapi KDRT?
Cara Menghadapi KDRT
Salah satu dampak KDRT adalah terganggunya kesehatan mental korban, atau adanya risiko luka secara fisik. Karena itu, penting mengetahui cara menghadapi KDRT agar hal ini tidak terus terjadi.
Nah, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh korban untuk menghadapi KDRT:
- Tidak menyalahkan diri sendiri
Kebanyakan korban KDRT kerap menyalahkan dirinya sendiri akibat tindak kekerasan yang diterima dari pasangannya. Namun, hal ini tidak sepatutnya dilakukan karena tidak ada kekerasan (baik psikis maupun fisik) yang dapat dibenarkan. Karena itu, penting menanamkan pada pikiran bahwa kamu tidak pantas untuk diperlakukan dengan kasar. Selain itu, maafkanlah diri sendiri karena perlakuan KDRT yang diterima, karena yang terjadi padamu bukanlah kesalahanmu. - Bersikap tegas. Cara selanjutnya yang perlu dilakukan adalah dengan bersikap tegas terhadap pasangan. Sebab, jika KDRT terjadi, penting menyikapi tindak kekerasan ini dengan tegas, dan menuntut pasangan untuk meminta maaf. Karena itu, jangan pernah memaklumi kekerasan yang terjadi dengan membiarkan dan tidak melakukan apa-apa. Pastikan untuk memberanikan diri membela diri dengan melawan ketika mendapatkan perlakuan yang seharusnya tidak pasangan lakukan.
- Siapkan bukti. Pastikan juga untuk menyiapkan bukti yang dapat menunjukkan pasangan melakukan tindak KDRT. Sebab, hal ini sangat penting jika situasi semakin parah, kamu dapat membuktikan bahwa pasanganmu benar-benar melakukan tindak kekerasan. Apalagi jika pasangan bersikap manipulatif dan mencoba memfitnahmu dengan memutarbalikkan fakta.
- Mencari bantuan atau pertolongan. Penting untuk mencari bantuan, khususnya bantuan ahli seperti psikolog atau konselor pernikahan. Hal ini dapat dilakukan jika kamu dan pasangan masih ingin mempertahankan pernikahan. Namun, jika pasangan yang melakukan tindak KDRT tak kunjung merubah sikapnya, dan bersikap tak acuh pada pernikahan, kamu tidak perlu menunggu situasi darurat untuk mencari bantuan. Segera cari bantuan dari berbagai pihak. Baik dari orang-orang terdekat seperti keluarga, atau sahabat, hingga meminta pertolongan pada pihak yang berwajib.
Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan guna menghadapi kekerasan dalam rumah tangga. Mulai dari tidak menyalahkan diri sendiri, bersikap tegas dan melawan balik, menyiapkan bukti, hingga mencari bantuan atau pertolongan. (*)



Tinggalkan Balasan