AMURANG, Dinas Sosial Pemkab Minsel memfasilitasi kegiatan penyaluran bantuan sentra Tumou Tou Atensi. Kegiatan ini juga dihadiri langsung Bupati Minsel Frangky Wongkar dan Kepala Dinas Sosial Pemkab Minsel Drs Benny Lumingkewas. Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan apresiasinya terhadap atensi dan perhatian yang tulen dan konsisten Sentra Tumou Tou terhadap masyarakat Minahasa Selatan. 

Diketahui Sentra Tumou Tou Manado melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Kali ini, fokus perhatian tertuju pada 53 jiwa di Minsel, mereka yang selama ini mungkin luput dari sorotan bantuan sosial reguler.

Sentra Tumou Tou, yang namanya berarti “memanusiakan manusia,” benar-benar menjalankan filosofi tersebut. Di aula yang sederhana, namun penuh makna, bantuan senilai total Rp92.791.000 disalurkan, ditujukan khusus bagi tiga klaster rentan: Klaster Disabilitas, Klaster Anak, dan Klaster Lansia.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi apik antara pemerintah pusat dan daerah. Kepala Sentra Tumou Tou Manado, Dra. Meerada Saryati Aryani, M.Si, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Minahasa Selatan, Bapak Franky Donny Wongkar, SH.

“Sentra Tumou Tou Manado kembali hadir di tengah masyarakat! Kami menyalurkan Bantuan ATENSI ini bukan sekadar meringankan beban, tetapi sebagai semangat baru, untuk menegaskan bahwa negara hadir bagi setiap warga negara, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan,” ujar Meerada Saryati Aryani.

Bupati Franky Wongkar menyambut baik inisiatif ini, menekankan bahwa penyaluran ini adalah langkah penting untuk menjangkau kelompok yang selama ini belum pernah tersentuh bantuan sosial.

“Kegiatan ini sangat strategis. Kita patut berterima kasih kepada Kemensos. Bantuan ini menjangkau saudara-saudara kita yang namanya terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), namun belum pernah menerima bantuan lain. Ini adalah bentuk keadilan sosial,” tegasnya.

Bantuan ATENSI ini dirancang secara personal dan spesifik untuk mengembalikan fungsi sosial serta meningkatkan kemandirian para penerima manfaat. Dari 53 Penerima Manfaat, sebanyak 36 adalah Klaster Lansia, 10 Klaster Disabilitas, dan 7 Klaster Anak.

Jenis bantuan yang diberikan pun beragam, lebih dari sekadar bantuan pangan biasa:

  • 43 Paket Sembako: Sebagai penopang kebutuhan dasar sehari-hari.

  • 5 Bantuan Usaha Produktif: Meliputi 2 Bantuan Usaha Warung Sembako dan 3 Bantuan Usaha Peralatan Pertanian. Ini adalah modal untuk mengubah penerima bantuan menjadi mandiri dan berdaya.

  • 5 Bantuan Alat Bantu: Termasuk 3 Kursi Roda 3in1 yang canggih, 1 Kursi Roda Standar, Tongkat Kruk, dan Walking Stick. Ini adalah kunci mobilitas dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.

  • 1 Paket Sarana Kamar: Untuk memastikan kenyamanan dan kualitas hidup yang lebih layak.

Di tengah suasana haru, seorang penerima bantuan dari Klaster Disabilitas, yang menerima kursi roda 3in1, tak kuasa menahan air mata. Baginya, kursi roda itu bukan sekadar alat, tetapi gerbang menuju dunia yang lebih luas, sebuah kesempatan untuk kembali berinteraksi tanpa terlalu membebani keluarga.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pemkab Minsel Drs Benny Lumingkewas mengaku bersyukur Minsel mendapatkan perhatian dari Sentra Tumou Tou. (*)