BOLAANG MONGONDOW SELATAN – Senja di pesisir Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) pada Senin, 9 Maret 2026, terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan sekadar karena suhu tropis semenanjung utara, melainkan karena keriuhan hangat ratusan warga yang memadati alun-alun kota. Mereka menanti sosok yang akrab disapa YSK—Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling.
Kedatangan YSK dalam bingkai Safari Ramadhan kali ini bukan sekadar seremoni jabat tangan. Di bawah langit Bolsel yang mulai meredup, sang Gubernur membawa “buah tangan” berupa janji pembangunan yang konkret bagi daerah religius ini.
Di hadapan Bupati, Wakil Bupati, dan masyarakat yang antusias, YSK menegaskan bahwa kehadirannya adalah bagian dari tradisi yang akan terus dirawat. Baginya, menyapa langsung warga di daerah mayoritas Muslim saat bulan suci adalah mandat hati, bukan sekadar tugas birokrasi.
“Kami akan melaksanakan Safari Ramadhan setiap tahun di semua daerah yang mayoritas Muslim, termasuk Bolsel,” ucap YSK dengan nada mantap yang disambut tepuk tangan warga.
Namun, narasi utama sore itu beralih pada kualitas hidup. YSK menyoroti ketimpangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ingin ia ratakan di seluruh pelosok Bumi Nyiur Melambai. Kuncinya satu: Kesehatan.
Gubernur mengungkapkan langkah strategisnya untuk mendorong transformasi fasilitas kesehatan di Bolsel. Tak tanggung-tanggung, rumah sakit di daerah ini diproyeksikan naik kelas.
-
Target: Peningkatan status menjadi Rumah Sakit Tipe B.
-
Tujuan: Memberikan pelayanan medis spesialis yang lebih lengkap tanpa warga harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.
-
Misi: Memastikan setiap denyut nadi warga Bolsel terpantau oleh fasilitas yang mumpuni.
Menanam Harapan di Atas 7.000 Hektare
Kabar gembira tidak berhenti di sektor kesehatan. Demi memutar roda ekonomi lokal, YSK mengumumkan kebijakan yang cukup berani terkait aset daerah. Sekitar 7.000 hektare lahan akan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bolsel.
“Lahan ini kita berikan kepada Bupati Bolsel untuk diolah agar dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya. Langkah ini diharapkan menjadi mesin baru bagi kemandirian fiskal Bolsel, mengubah lahan tidur menjadi ladang produktif yang menyejahterakan rakyat.
Berbuka dalam Kebersamaan
Acara memuncak saat beduk magrib bertalu. Di sela-sela pemberian bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi, suasana formal mencair. Gubernur, pejabat daerah, dan rakyat jelata duduk bersila dalam satu saf, menikmati hidangan berbuka puasa yang sederhana namun penuh makna.
Momen buka puasa bersama ini menjadi penutup yang manis. Di Bolsel, Safari Ramadhan tahun ini bukan hanya tentang perjalanan dinas, melainkan tentang membangun jembatan emosional dan fondasi fisik—sebuah ikhtiar YSK untuk memastikan Bolsel tidak sekadar menjadi halaman belakang, melainkan beranda depan kemajuan Sulawesi Utara. (dou)



Tinggalkan Balasan