MANADO, SorotanNews.com — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), mengajak seluruh elemen masyarakat serta pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan dukungan penuh dan bersinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Penegasan ini disampaikan menyusul krusialnya kepemilikan data yang akurat sebagai fondasi utama dan kompas dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran.

Ajakan dan instruksi strategis tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur YSK saat menghadiri agenda Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara di Aula Mapalus, Kantor Gubernur, Manado, pada Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur YSK mematahkan stigma negatif atau sindiran dari sebagian pihak yang menilai dirinya terlalu mengedepankan data statistik dalam mengambil setiap keputusan kebijakan. Menurutnya, indikator angka acapkali menjadi instrumen objektif berupa “rapor” kedisiplinan dan keberhasilan realisasi pembangunan sebuah daerah.

“Ada yang menyindir saya suka bermain angka-angka. Padahal angka itulah tolak ukur seorang gubernur membuat rencana. Sama seperti sekolah yang punya rapor, pemerintah juga harus punya rapor. Dari situ kita tahu apakah hasilnya masih merah, sedang, atau sudah baik. Itu menjadi standar untuk merencanakan pembangunan agar ke depan lebih baik lagi,” tegas YSK secara lugas.

Mengingat urgensi tersebut, Gubernur YSK mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota untuk bergerak cepat. Berdasarkan laporan yang diterima, progres capaian pelaksanaan sensus saat ini baru menyentuh angka 19,32 persen, sementara sisa waktu operasional di lapangan hanya menyisakan delapan minggu.

“Saya perintahkan seluruh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk bersama-sama membantu pelaksanaan sensus ini. Kita masih punya waktu delapan minggu lagi. Mari kita bekerja agar target 100 persen bisa tercapai. Saya mengajak seluruh masyarakat mendukung suksesnya Sensus Ekonomi Sulawesi Utara 2026,” cetus Gubernur.

Komitmen tinggi dari orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini pun menuai apresiasi setinggi-tingginya dari Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, yang turut hadir dalam pencanangan tersebut.

Sonny menyebut Gubernur YSK sebagai salah satu kepala daerah yang menunjukkan komitmen paling progresif secara nasional, bahkan tercatat sebagai gubernur pertama di Indonesia yang memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program strategis nasional ini.

“Terima kasih Pak Gubernur, sosok yang memiliki komitmen besar terhadap pembangunan daerah. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena beliau merupakan gubernur pertama yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ini patut menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya,” puji Sonny.

Dirinya menambahkan bahwa kesiapan dokumen dan koordinasi persiapan Sensus Ekonomi di Sulut kini menjadi salah satu yang tertinggi di tanah air.

Lebih lanjut, Sonny memaparkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 mengusung metodologi yang jauh lebih komprehensif dibandingkan periode sebelumnya. Selain menyasar sektor pelaku usaha formal dan informal, petugas BPS juga akan melakukan pendataan langsung ke setiap rumah tangga secara door to door untuk memotret indikator ekonomi keluarga secara riil.

“Sekarang bukan hanya sensus pelaku usaha, tetapi juga sensus ekonomi keluarga. Kami ingin mengetahui kondisi ekonomi masyarakat secara riil, apakah bekerja, bagaimana tingkat pendapatannya, hingga sektor ekonomi yang menjadi sumber penghidupan mereka,” terang Wakil Kepala BPS RI.

Guna mengantisipasi margin kesalahan dan mempercepat penyajian data, BPS juga mengintegrasikan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui aplikasi terintegrasi. Teknologi ini memungkinkan proses validasi data berjalan secara real-time berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

Menanggapi kesiapan infrastruktur digital tersebut, Gubernur YSK optimis data hasil sensus akan mempercepat penyusunan program kerja daerah jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk mematangkan target perencanaan program pembangunan tahun anggaran 2027 yang saat ini tengah bergulir di tahapan internal Pemprov Sulut.

“Dari pemerintah, kami sangat terbantu dengan adanya Sensus Ekonomi ini. Daerah bekerja berdasarkan angka-angka. Bagaimana kita mau memulai pekerjaan kalau belum memiliki data? Dari data itulah kita menyusun program pembangunan ke depan,” pungkas Gubernur YSK menutup arahannya. (dou)