MANADO, SorotanNews.com — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Utara menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan pembinaan sepak bola usia dini. Plt Ketua Asprov PSSI Sulut, Arya Simalungun, memastikan pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh klub sepak bola dan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Sulawesi Utara untuk berlaga di ajang Piala Soeratin.

Menariknya, Arya menegaskan bahwa status klub atau SSB yang belum terdaftar maupun belum terafiliasi resmi dengan PSSI tidak akan dijadikan alasan untuk membatasi hak bertanding para pemain muda. PSSI Sulut siap mendampingi dan membantu seluruh proses administratif agar setiap tim dapat berpartisipasi.

“Walaupun ada klub yang belum terafiliasi, kita akan bantu agar mereka tetap bisa bertanding,” ujar Arya.

Untuk memastikan kebijakan ini berjalan di lapangan, Arya mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan langsung Ketua Panitia Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17, Dr. Fiko Onga, guna mempermudah akses dan memastikan ruang partisipasi terbuka lebar bagi seluruh SSB se-Sulawesi Utara.

Langkah ini diambil demi memprioritaskan jam terbang dan pengalaman bertanding anak-anak di panggung kompetisi resmi. Semakin banyak ruang bertanding yang disediakan, semakin besar pula peluang lahirnya talenta-talenta potensial yang siap menembus level profesional.

“Jangan halangi anak-anak kita bermain dan bertanding hanya karena urusan formalitas dan legalitas. Urusan administratif bisa kita bantu. Yang terpenting, anak-anak bisa berlaga di Piala Soeratin dan bersama-sama kita bangun masa depan sepak bola Sulut yang lebih kompetitif,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Panitia Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17, Dr. Fiko Onga, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan instruksi dari pimpinan Asprov PSSI Sulut secara responsif dan sigap.

“Seluruh arahan Plt Ketua PSSI Sulut akan kami laksanakan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Kami di jajaran panitia memastikan pintu pendaftaran dan pendampingan bagi seluruh SSB terbuka lebar tanpa penyulit,” ujar Dr. Fiko.

Lebih lanjut, Dr. Fiko menekankan bahwa semangat dan optimisme panitia menyelenggarakan kompetisi ini tidak lepas dari perhatian penuh pemerintah daerah. Ia menyebutkan, geliat pembinaan ini mendapat sokongan kuat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur YSK yang sangat berkomitmen memajukan olahraga daerah.

“Sinergi ini makin kuat karena kita mendapat dukungan penuh dari Pemprov Sulut di bawah arahan Gubernur YSK, yang sangat mendukung kebangkitan sepak bola Sulawesi Utara. Ini menjadi amunisi tambahan bagi kami untuk menyajikan kompetisi yang berkualitas dan inklusif bagi generasi muda kita,” pungkasnya. (dou)