MANADO, SorotanNews.com— Di balik megahnya arsitektur Graha Gubernuran Bumi Beringin pada Kamis pertengahan Agustus 2026 itu, sebuah optimisme baru tentang masa depan finansial generasi muda Sulawesi Utara berhembus kencang.
Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Provinsi Sulut 2026 bukan sekadar panggung seremonial, melainkan panggung pembuktian: tabungan pelajar di Bumi Nyiur Melambai berhasil menembus angka fantastis Rp18,38 miliar.
Capaian akumulatif yang mengesankan ini lahir dari terbukanya 41 ribu rekening pelajar baru melalui optimalisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Penetrasi masif ini ditopang oleh gerak cepat lintas sektor yang menggelar 119 kegiatan edukasi keuangan, menjangkau tak kurang dari 90 ribu peserta di 12 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.
Apresiasi tinggi datang langsung dari Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. Di hadapan para pimpinan industri jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Gubernur menyampaikan rasa syukurnya atas sinergi konkrit yang telah terbangun.
Namun, di tengah capaian statistik yang membanggakan tersebut, Gubernur mengingatkan agar gerakan ini tidak cepat puas atau berhenti di atas kertas semata.
“Perjuangan kita tidak boleh berhenti pada angka statistik. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan rekening-rekening tersebut tetap aktif, bertumbuh, dan mentransformasikan pengetahuan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” tegas Gubernur Yulius.
Kekhawatiran sang Gubernur memang bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan Sulawesi Utara sejatinya sudah berada di angka 94,37 persen dengan tingkat literasi sebesar 69,98 persen (melampaui rata-rata nasional sebesar 93,61% inklusi dan 69,57% literasi).
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan adanya tantangan tersendiri pada kelompok generasi muda (pelajar dan mahasiswa), di mana tingkat inklusi mencapai 92,76 persen, namun tingkat literasinya baru menyentuh 62,72 persen.
Kepala OJK SulutGo, Robert Sianipar, menyoroti fenomena kesenjangan (gap) ini. Di tengah gempuran kejahatan digital, budaya pengeluaran impulsif, hingga dinamika produk finansial baru seperti aset kripto, generasi muda menjadi kelompok paling rentan jika tak dibekali kecakapan keuangan yang memadai.
“Akses terhadap produk keuangan sudah sangat tinggi, namun pemahaman untuk mengelolanya secara bijak masih perlu ditingkatkan. Kuncinya bukan sekadar memiliki rekening, tetapi bagaimana mengelolanya secara bertanggung jawab demi kesejahteraan masa depan,” ujar Sianipar, sembari mengingatkan bahwa 31 persen dari total 284,4 juta penduduk Indonesia adalah generasi muda yang menjadi pilar utama menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai respons strategis, Pemprov Sulut bersama OJK menetapkan empat pilar kebijakan utama:
  1. Perluasan inklusi keuangan sejak usia dini secara berkelanjutan.
  2. Diversifikasi literasi ke sektor produktif (pembiayaan UMKM & pasar modal).
  3. Akselerasi kecakapan transaksi digital yang aman.
  4. Penguatan penegakan pelindungan konsumen secara ketat.

Wujud Nyata Inklusi Keuangan untuk Generasi Muda

Momen puncak acara turut ditandai dengan penyerahan secara simbolis berbagai produk tabungan dan edukasi dari jajaran Perbankan serta Industri Jasa Keuangan (IJK) kepada perwakilan pelajar dan mahasiswa di Sulawesi Utara:
  • PT Bank SulutGo (BSG): Penyerahan produk Pembukaan Tabungan Bohusami Young bagi siswa SRMP 21 Manado & SMA Negeri 1 Manado (diserahkan oleh Direktur Umum, Joubert Dondokambey).
  • PT Pegadaian: Penyerahan Tabungan Emas senilai total Rp13.000.000 kepada 84 Mahasiswa FISIP Universitas Sam Ratulangi (diserahkan oleh Andy Novriza).
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI): Penyerahan 24 Rekening BRI Junio (total Rp3.600.000) kepada peserta CCK gabungan (SMAN 7 Manado, SMAN 2 Bitung, SMA Lentera Sangihe, & SMAN 1 Modayag) (diserahkan oleh Bapak Endry).
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI): Penyerahan 100 Rekening Tabungan SimPel (total Rp2.500.000) kepada SMA Kristen Eben Haezer Manado (diserahkan oleh Didi Suprijanto).
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Penyerahan 100 Rekening Tabungan SimPel (total Rp2.500.000) kepada SMA Katholik Frater Don Bosco Manado.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BCA): Penyerahan kartu elektronik Flazz Card BCA senilai total Rp1.250.000 (@Rp250.000) untuk 5 pelajar SMP Kristen Eben Haezer Manado (diserahkan oleh Farida Hotma Siregar).
  • Bank Banten: Penyerahan 20 Rekening Tabungan SimPel (total Rp2.000.000) kepada SMP Kristen Tabitha Manado (diserahkan oleh Sonya Tangkere).
  • Bank Matuari: Penyerahan Tabungan SimPel (total Rp300.000) bagi pelajar SD Tridharma (diserahkan oleh Andiwanto).
  • BPR Citra Dumoga: Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar untuk 10 murid SD Negeri 16 Manado.
  • Bank Mandiri Taspen: Penyerahan dukungan spiritual berupa Mockup Al-Qur’an bagi peserta dari MAN Model 1 Manado.
Langkah kolaboratif ini menegaskan bahwa masa depan ekonomi Sulawesi Utara sedang dibangun dari langkah-langkah kecil di ruang-ruang kelas: mengajarkan anak-anak muda menyisihkan uang, merencanakan masa depan, dan menjadi tuan atas keuangan mereka sendiri. (dou)