MANADO, SorotanNews.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat merespons krisis kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan. Atas instruksi langsung Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, Pemprov Sulut berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Manado dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendistribusikan sebanyak 18.200 liter air bersih ke Pulau Manado Tua, Senin (31/8/2026).
Operasi kemanusiaan ini memanfaatkan jalur laut dengan menyiagakan dua armada kapal milik KKP, yakni KP Hiu dan KM Matthew 3 (serta KM Rajawali), untuk memobilisasi air bersih secara langsung ke titik pemukiman warga di Manado Tua.
Langkah cepat ini ditindaklanjuti secara teknis oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang, SIP, MM, dengan mengarahkan seluruh perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi lintas sektor bersama Pemkot Manado, PDAM, dan KKP.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, menegaskan bahwa aksi tanggap cepat ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan publik tanpa memandang batas geografis.
“Bapak Gubernur memberikan instruksi agar kebutuhan masyarakat segera ditangani. Bapak Sekprov juga mengarahkan agar koordinasi lintas sektor dilakukan secara cepat dan konkret. Hari ini kita tindak lanjuti bersama Pemkot Manado, PDAM, dan KKP melalui distribusi 18.200 liter air bersih ke Manado Tua,” ujar Jemmy di Manado, Senin (31/8/2026).
Jemmy menjelaskan, karakteristik wilayah Manado Tua sebagai pulau terluar membutuhkan dukungan logistik dan transportasi laut yang memadai. Oleh karena itu, sinergi dengan KKP menjadi kunci utama kelancaran mobilisasi air bersih.
“Dukungan KKP melalui armada kapalnya sangat penting dalam proses pengiriman (delivery) air bersih. Ini adalah bentuk kolaborasi konkret antarpemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, kendala geografis tidak boleh dijadikan alasan terhambatnya hak masyarakat dalam mendapatkan akses air bersih dan pelayanan dasar.
“Jarak geografis tidak boleh menjadi jarak pelayanan. Masyarakat di pulau harus merasakan kehadiran pemerintah. Karena itu, ketika ada kebutuhan yang harus segera ditangani, kita bergerak bersama dan mencari solusi,” tegas Jemmy.
Penyaluran air bersih ini merupakan tindakan darurat dan respons cepat awal. Ke depan, Pemprov Sulut bersama Pemkot Manado akan terus memantau perkembangan di lapangan serta merumuskan skema solusi berkelanjutan sustainable solution guna menjamin ketersediaan pasokan air bersih jangka panjang di wilayah kepulauan Sulut.
Jemmy mengapresiasi semangat gotong royong lintas instansi yang mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan masyarakat.
“Ini bukan tentang kewenangan sektoral, tetapi tentang bagaimana pemerintah hadir menyelesaikan persoalan masyarakat. Pemprov Sulut, Pemkot Manado, dan KKP bergerak dalam satu semangat: memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait demi memperkokoh pelayanan publik di seluruh wilayah kepulauan Sulawesi Utara. (dou)

Tinggalkan Balasan