JAKARTA, SorotanNews.com –-Kabar duka menyelimuti bumi Amurang dan sekitarnya. Salah satu pilar penting dalam sejarah mekar dan berdirinya Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Berny Tamara, telah berpulang. Kepergian almarhum menyisakan kesedihan mendalam, tak terkecuali bagi para tokoh yang pernah sama-sama membidani lahirnya daerah otonom ini.
Rasa kehilangan itu diungkapkan langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando. Liando sendiri tercatat sebagai Ketua Panitia Kongres Rakyat Pembentukan Minsel, Pendiri Forum Generasi Muda Pendukung Pembentukan Kabupaten Minsel (Forgemmis), Wakil Ketua Panita Pembentukan Kabupaten Minsel (P2KMS), delegasi Masyarkat Minsel pada penetapan Minsel sebagai daerah otonom di DPRRI dan orator pernyatan sikap masyarakat Minsel di depan komisi ll DPR RI saat kunjungan di Minsel. Sebagai akademisi yang juga terlibat langsung dalam barisan perjuangan pembentukan Kabupaten Minsel, Dr. Ferry Liando menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum.
“Turut berduka atas meninggalnya tokoh besar pembentukan Minsel, Bapak Berny Tamara. Beliau adalah sosok penting yang dedikasinya tak terhitung dalam mengawal lahirnya Kabupaten Minahasa Selatan,” ungkap Dr. Ferry Liando.
Bagi Liando, almarhum Berny Tamara bukan sekadar sahabat seperjuangan, melainkan sosok penyulut semangat di tengah rumitnya proses birokrasi dan politik pemekaran wilayah puluhan tahun silam.
Perjuangan menghadirkan Kabupaten Minahasa Selatan bukanlah proses instan. Gerakan ini lahir dari cita-cita besar masyarakat untuk mendekatkan pelayanan publik dan memacu percepatan pembangunan di wilayah selatan Minahasa.
Perjalanan panjang nan dramatis itu akhirnya membuahkan hasil manis ketika Pemerintah menetapkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon di Provinsi Sulawesi Utara pada 25 Februari 2003. Peresmian serta hari jadi kabupaten ini diperingati setiap tanggal 27 Januari. Menapak usia ke-23 tahun pada 2026 ini, Minsel berdiri tegak sebagai salah satu daerah yang terus berkembang pesat di Sulawesi Utara.
Kini, salah satu pilar penopang sejarah itu telah pergi. Namun, warisan perjuangan almarhum Berny Tamara bersama para tokoh pemekaran lainnya akan terus tertanam dalam pondasi pembangunan Minahasa Selatan. Selamat jalan sang perintis, pengabdianmu telah terpatri dalam sejarah bumi Minsel.
Profil singkat Bernny Tamara
- Mantan Anggota DPR RI: Beliau pernah tercatat menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI yang ikut mengawal berbagai kebijakan daerah, termasuk proses pemekaran wilayah Kabupaten di Sulawesi Utara.
- Partai Hanura: Beliau kemudian berpindah ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan dipercaya memegang posisi strategis, seperti Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Hanura. Beliau juga beberapa kali maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR-RI dari Partai Hanura, termasuk untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IV pada Pemilu 2019 dan Dapil Jawa Barat VII pada Pemilu 2024.
- Kiprah di Partai Golkar : Berny Tamara sempat aktif di Partai Golkar dan pernah masuk dalam jajaran kepengurusan DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Agung Laksono pada tahun 2015 .(dou)

Tinggalkan Balasan