MANADO — Latihan Gabungan (Latgab) Cope West 2026 yang mempertemukan personel United States Pacific Air Forces (US PACAF) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi berakhir di Pangkalan Udara (Lanud) Sam Ratulangi, Manado, Jumat (11/9/2026).

Penutupan latihan militer berskala internasional tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay yang hadir mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Yulius yang dibacakan Victor Mailangkay, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Amerika Serikat, Konsulat Jenderal AS di Surabaya, US PACAF, serta TNI AU yang telah memilih Sulawesi Utara sebagai lokasi pelaksanaan latihan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Amerika Serikat melalui Konsulat Jenderal AS di Surabaya, US PACAF, serta TNI AU atas kepercayaan memilih Sulawesi Utara sebagai tuan rumah pelaksanaan latihan,” ujar Victor.

Menurut Gubernur Yulius, Cope West 2026 tidak sekadar menjadi agenda latihan militer bersama, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas, profesionalisme dan kesiapsiagaan personel kedua negara.

Latihan tersebut memberikan kesempatan bagi prajurit TNI AU dan US PACAF untuk meningkatkan kemampuan teknis dan operasional, sekaligus bertukar pengalaman serta memperkuat interoperabilitas dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang pertahanan udara.

Namun, kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat yang terbangun melalui kegiatan tersebut dinilai memiliki dimensi yang lebih luas.

Gubernur menegaskan, kemitraan kedua negara tidak semata diarahkan untuk memperkuat daya tangkal terhadap ancaman keamanan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Meski berfokus pada dimensi pertahanan dan keamanan, kerja sama ini dipandang memiliki nilai strategis yang lebih luas,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.

Kerangka kerja sama tersebut, lanjutnya, dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas bersama di bidang kemanusiaan, kesehatan dan perlindungan masyarakat.

Apresiasi untuk Prajurit TNI AU dan US PACAF

Penutupan Cope West 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat penting dari Indonesia dan Amerika Serikat.

Di antaranya Kepala Delegasi US PACAF A5I Kolonel James Landreth, Konsul Jenderal AS di Surabaya Christopher Green, Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Yoyon Kuscahyono, S.Sos., Kepala Delegasi TNI AU Kolonel Ari Susiono, serta Wali Kota Manado Andrei Angouw.

Gubernur Yulius memberikan apresiasi atas dedikasi, disiplin dan profesionalisme yang ditunjukkan seluruh personel TNI AU maupun US PACAF selama pelaksanaan latihan.

Menurutnya, kehadiran personel militer Amerika Serikat di Sulawesi Utara juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter masyarakat daerah yang dikenal menjunjung tinggi kerukunan dan persaudaraan.

Para personel US PACAF diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman dan pengetahuan selama latihan, tetapi juga kesan mengenai keramahan masyarakat Sulawesi Utara serta semangat “Torang Samua Basudara” yang menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan sosial masyarakat di daerah tersebut.

Dari Pertahanan ke Kerja Sama Pembangunan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap hubungan dan komunikasi yang terbangun selama pelaksanaan Cope West 2026 dapat terus berlanjut dan dikembangkan ke berbagai sektor lainnya.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada bidang pertahanan, tetapi dapat diperluas ke sektor pendidikan, penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan, ekonomi hingga pengelolaan sumber daya kelautan.

Bagi Sulawesi Utara, perluasan kerja sama lintas sektor tersebut dinilai penting mengingat posisi strategis daerah sebagai wilayah yang berada di kawasan Pasifik dan memiliki kedekatan historis dengan Amerika Serikat.

Dengan demikian, Cope West 2026 tidak hanya meninggalkan catatan mengenai latihan dan kesiapsiagaan militer, tetapi juga membuka ruang bagi penguatan hubungan antarmasyarakat dan kerja sama pembangunan yang lebih luas.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap sinergi yang telah terbentuk dapat terus dijaga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. (dou)