TONDANO — Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menghadiri Ibadah Agung pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Pria/Kaum Bapa (PKB) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Dr. Sam Ratulangi, atau Taman God Bless Tondano, Kabupaten Minahasa.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa FDW tersebut menjadi bagian dari momentum persekutuan iman dan penguatan komitmen pelayanan kaum bapak di lingkungan GMIM. FDW sendiri diketahui menjabat sebagai Ketua PKB Rayon Minahasa Selatan.

Ibadah Agung dilayani oleh Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Bidang Ajaran dan Tata Gereja (ATG), Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th., selaku khadim.

Perayaan HUT ke-64 PKB Sinode GMIM tahun ini mengusung tema “Bersama dalam Kasih, Melayani dengan Setia, Membangun Keluarga yang Tangguh dalam Kristus.”

Tema tersebut menekankan pentingnya peran kaum bapak dalam membangun kehidupan keluarga yang berlandaskan iman, kasih, dan keteladanan.

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, momentum ini menjadi ruang refleksi bagi kaum bapak untuk memperkuat tanggung jawab dalam keluarga, meningkatkan kualitas pelayanan di gereja, serta berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam konteks kehidupan keluarga, kaum bapak memiliki peran strategis sebagai pemimpin, pelindung, dan teladan bagi anggota keluarga. Nilai-nilai Kristiani diharapkan tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan bergereja, tetapi juga tercermin melalui sikap, tanggung jawab, dan kepedulian dalam keseharian.

Kehadiran FDW dalam ibadah tersebut sekaligus menegaskan keterlibatannya dalam persekutuan PKB GMIM, baik sebagai kepala daerah maupun sebagai Ketua PKB Rayon Minahasa Selatan.

Peringatan HUT ke-64 PKB Sinode GMIM diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperbarui semangat pengabdian, serta memperkuat komitmen kaum bapak dalam menjalankan panggilan pelayanan kepada Tuhan, gereja, keluarga, dan masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan dan kasih, kaum bapak diharapkan semakin mampu menghadirkan keteladanan dalam keluarga serta mengambil bagian dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, berlandaskan nilai-nilai iman dan kepedulian terhadap sesama. (dou)