AMURANG, SorotanNews.com — Tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendapatkan kucuran anggaran sebesar 4,3 miliar untuk pengelolaan sampah. Anggaran sebesar itu didapatkan dari DAK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Selatan Roy Sumangkut menjelaskan program daur ulang sampah memiliki tujuan memperbaiki kondisi lingkungan dan kesehatan dengan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Selain itu memberikan nilai tambah secara ekonomi.

“Dengan adanya program ini akan membuka kesempatan kerja di sektor persampahan, menghasilkan nilai ekonomis dari sampah rumah tangga, serta membantu meningkatkan sektor pariwisata dari lingkungan yang bersih,” katanya.

Ia mengakui masalah sampah masih menjadi ancaman bagi lingkungan, karena itu Pemkab Minsel melalui kebijakan strategi daerah tentu akan memanfaatkan program tersebut.

Dia mengaku Pemkab juga akan terus melakukan sosialisasi terkait perubahan paradigma pengelolaan sampah dari kumpul, angkut buang menjadi pengurangan dari sumber dan daur ulang.

“Kami berharap melalui program ini, dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah,” katanya.

Diketahui Ground Breaking pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU) sampah di Desa Tumpaan Satu, Kecamatan Tumpaan, telah dilakukan Senin (18/08) dan dihadiri langsung Bupati.

Ground breaking yang juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda itu diawali dengan ibadah singkat. Kemudian dilanjutkan dengan proses peletakan batu pertama yang dilakukan langsung Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar.

Dalam kesempatan itu, Bupati berharap agar proses pembangunan PDU boleh berjalan lancar dan tuntas tepat waktu.

“Semoga pembangunan dan pemanfaatan PDU sesuai dengan harapan kita semua,” ungkap bupati.

Selanjutnya Bupati juga menegaskan dengan dibangunnya pabrik daur ulang sampah plastik tersebut dapat menambah nilai tambah terhadap roda ekonomi masyarakat.

“Tentu ini akan berdampak langsung bagi pembukaan lapangan kerja. Termasuk pengelolaan sampah akan lebih profesional yang berdampak langsung bagi peningkatan nilai ekonomi,” tandasnya.

Seremonial peletakan batu pertama pembangunan PDU yang diawali dengan ibadah syukur, turut dihadiri oleh jajaran Pemkab Minsel, unsur Forkompinda dan stakeholder lainnya.(*)

(*)