oleh

Dikabulkan PT SMI, Pemkab Minsel Dapat Pinjaman PEN Rp98 Miliar

AMURANG, SorotanNews.com —
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan dipastikan mendapat suntikan anggaran pinjaman dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 98miliar tahun 2022. Kepastian tersebut diperoleh menyusul penandatangan kesepakatan antara Pemkab Minsel dengan Perusahaan BUMN yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau yang familiar dikenal PT SMI yang dilakukan secara virtual beberapa waktu lalu.

Gelontoran anggaran miliaran rupiah ini diharapkan menjadi stimulun pemulihan ekonomi nasional dan memberi kontribusi pembangunan daerah di berbagai sektor penting.

Usulan pinjaman dana PEN ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah yang bersifat investasi. Itu lantaran APBD harus di refocusing akibat penanganan pandemi COVID-19.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) James Tombokan menjelaskan terdapat tiga SKPD yang akan mengelola anggaran PEN. Diantaranya Dinas Dinas Kesehatan, Perhubungngan dan Sekretariat Daerah.

“Skemanya Rp78 miliar sekian akan diperuntukan untuk pengembangan RSUD Amurang termasuk sarana dan prasarana Alkes yang memadai. Rp10 miliar sekian diplot untuk Dinas Perhubungan. Pengadaan KIR dan sejumlah peralatan lainnya. Sementara sisanya Rp10 miliar lagi digunakan untuk pembangunan Mall pelayanan publik. Itu pengelolanya Secretariat Daerah,” rinci Tombokan.

Pemkab Minsel sendiri kata Tombokan kurang lebih sudah dua kali pengajuan pinjaman PEN. Tapi baru disetujui tahun 2022 Ini.

“Terkait mekanisme pengembalian pinjaman PEN Pemerintah Daerah diberi durasi maksimal 8 tahun. Setiap tahun kita hanya membayar pengembaliannya di bawah Rp1 miliar, untuk biaya pengelolaannya ” terang Tombokan.

Nanti pada dua tahun terakhir kata birokrat senior itu baru akan dikenakan pembayaran bunga dan pokok.

“Untuk sementara penandatangannya masih bersifat virtual. Kita menunggu kabar selanjutnya dari PT SMI untuk proses penandatangan langsung yang difasilitasi oleh Kemenkeu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Minsel Erwin Schouten yang diketahui sebagai SKPD yang membawahi RSUD mengaku bersyukur proposal pengajuan pinjaman PEN yang diajukan Pemkab Minsel boleh dikabulkan PT SMI.

“Apresiasi yang tinggi kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atas fasilitas pinjaman dana PEN daerah yang diberikan ke Pemkab Minsel,” ungkap Schouten yang dihubungi terpisah via telpon.

Pinjaman ini PEN ini kata Schouten khususnya untuk RSUD akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pengembangan RSUD dan penyediaan sarana prasarana alkes yang memadai.

“Sehingga kedepan dengan hadirnya RSUD yang memadai maka tentu akan berkontribusi langsung bagi pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

Di sisi lain juga diharapkan tujuan dari pinjaman PEN ini dapat tercapai, memberikan manfaat bagi pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, terciptanya lapangan pekerjaan, serta terbangunnya sarana dan prasarana sesuai kebutuhan daerah.

Sebelumnya, PT SMI bersama Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia telah melakukan evaluasi bersama, serta mempertimbangkan beberapa faktor risiko atas proposal permohonan yang diajukan Pemkab Minsel.

Pinjaman yang telah disetujui kemudian nanti akan disalurkan kepada Pemkab oleh PT SMI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. (*/dou)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *