Kakek di Manado Ngaku Pemilik Lahan Blokade Jalan Minta Biaya Ganti Rugi


Manado – Seorang kakek di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Buang Marten Tahiru yang mengaku ahli waris dari lahan yang dijadikan pembangunan perumahan Citraland Manado, di kawasan Winangun, Kota Manado mengaku belum menerima ganti rugi. Dia bersama dua orang lainnya lantas melakukan blokade dan memasang spanduk yang bertuliskan tanah ini milik keluarga Tahiru-Monintja.

“Torang pe sawah dorang so gusur, dorang so potong (sawah kami digusur, kelapa dipotong). Ganti rugi, kami ada surat asli,” kata Tahiru, saat ditemui wartawan, di lokasi lahan yang masih bersengketa, Jumat (14/1/2022).


Tahiru meminta bantuan kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, akses jalan di kawasan Citraland karena hingga kini masih belum ada pembayaran ganti rugi.
“Bagaimana pak Jokowi, tolong mereka ini bermain dengan polisi. Kami tutup jalan, itu hak kami. Ini tanah kami,” jelasnya.


Tahiru menambahkan kalau sertifikat yang dibuat pihak Citraland itu palsu.


“Mereka buat sertifikat palsu karena kami bodoh,” tuturnya.

Sementara itu kuasa hukum keluarga Tahiru-Monintja, James Tuwo menjelaskan sengketa lahan ini karena hingga kini kliennya belum mendapatkan biaya ganti rugi.

“Lahan itu mereka bilang mau dibayarkan. Tapi tidak bayar-bayar,” katanya.

Dia pun mengatakan kliennya minta biaya ganti rugi sebanyak Rp 2 miliar.


“Mereka janji bayar 2 miliar, tapi tidak pernah bayar dulu waktu mereka tutup jalan. Mereka tutup karena itu hak mereka,” imbuhnya.

Secara terpisah dikonfirmasi kuasa hukum Citraland Manado, Doan Tagah mengatakan beberapa waktu lalu pihak keluarga Tahiru-Monintja sudah pernah buat laporan polisi di Polda Sulut. Menurut dia, kasus tersebut telah berperkara.


Dijelaskan Doan, bahkan laporan polisi yang diajukan di Polda Sulut sudah digelar.


“Hasil gelar dari Wasidik Bareskrim Polri rekomendasinya menghentikan laporan tersebut karena tidak cukup bukti. Artinya faktanya fitnah kepada kami sebagai pengembang,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here