oleh

Tak Main-main! Kejari Minsel Perangi Mafia Tanah

AMURANG, SorotanNews.com — AROMA busuk dugaan Mafia Tanah di Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terendus pihak Kejaksaan Negeri Amurang. Tak main-main Korps ‘Baju Coklat’ itu pun berkomitmen akan perang habis-habisan memberantas para sindikat Mafia tanah.

Apalagi pihak Kejaksaan menilai aksi para Mafia tanah makin hari kian meresahkan masyarakat.

“Saya Tidak ingin para mafia tanah bergerak leluasa merampok dan menguasai tanah rakyat dan tanah Negara,” tegas Kepala Kejari Minsel Budi Hartono, SH MHum mengutip instruksi Jaksa Agung RI ST Burhanuddin saat membahas persoalan mafia tanah yang semakin meresahkan masyarakat di Indonesia.

Ditegaskan Kajari, tidak ada tempat untuk mafia tanah di wilayah hukum Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.

“Jangan coba-coba akan saya berantas. Kalau ada masyarakat yang mengetahui dugaan permainan mafia-mafia tanah yang beraksi di wilayah ini segera laporkan. Kita akan langsung turun tangan,” ugkap Kajari dalam nada tegas.

Kejaksaan Negeri Amurang memang tengah manjadikan atensi serius persoalan mafia tanah. Bahkan tak tanggung-tanggung Kajari pun telah memerintahkan jajarannya yang dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Minsel untuk segera bergerilya mengumpulkan informasi, data-data, keterangan-keterangan awal yang merujuk pada adanya indikasi aksi-aksi mafia tanah di wilayah hukum Kejari Minsel.

“Dari hasil kerja keras tim pun membuahkan hasil dengan mengantongi data-data serta fakta-fakta dilapangan maka akan segera dilakukan rapat pimpinan Kejari Minahasa Selatan guna menentukan langkah berikutnya terkait informasi dan data-data awal yang sudah didapatkan,” ungkap Kajari.

Terkait dengan data-data dan Informasi awal yang telah diperoleh tersebut, Kajari Minsel tidak merincinya dengan alasan rahasia informasi intelijen yang masih akan diolah dan dirapatkan guna ditindaklanjuti dengan segera mengingat Jaksa Agung terus mendorong jajarannya di daerah untuk segera melakukan langkah-langkah pemberantasan Mafia Tanah di Indonesia. (dou)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *