oleh

Eks-Hukumtua Motoling Divonis 4 Tahun 3 Bulan Penjara

AMURANG, SorotanNews.com — Mantan Hukum Tua Motoling, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan Meidy C Tambuwun resmi mendekam di dalam jeruji besi selama 4 tahun 3 bulan. Tambuwun divonis 4 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan dalam kasus korupsi dana desa.

Pembacaan amar putusan terhadap terdakwa tersebut disaksikan oleh Jaksa Penuntun Umum (JPU) Kejari Minsel dan dihadiri terdawa dalam sidang pembacaan putusan oleh Hakim Tipikor PN Manado, Rabu (02/02) 2022 kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Budi Hartono melalui rilis yang diterima redaksi ini, menyebutkan terdakwa eks Hukumtua Desa Motoling, Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan itu dijatuhi hukum 4 tahun, 3 bulan penjara dan denda sebesar Rp200 juta.

“Terdakwa juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp. 830.868.511,58 (delapan ratus tiga puluh juta delapan ratus enam puluh delapan ribu lima ratus sebelas rupiah lima puluh delapan sen),” kata Budi Hartono dikutip dari rilis.

Dia menjelaskan pula dalam bacaan putusan, hakim menjerat terdakwa melanggar primair pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 subsidiair pasal 3 jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Adapun Amar Putusan yang telah dibacakan oleh Majelis Hakim Tipikor Manado adalah sebagai berikut :

  1. Menyatakan terdakwa MEIDY C. TUMBUWUN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan Primair Penuntut Umum;
  2. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa MEIDY C. TUMBUWUN dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan 3 (tiga) bulan dan denda sejumlah Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan;
  3. Menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kepada terdakwa MEIDY C. TUMBUWUN sebesar Rp. 830.868.511,58 (delapan ratus tiga puluh juta delapan ratus enam puluh delapan ribu lima ratus sebelas rupiah lima puluh delapan sen) dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah Putusan Pengadilan memperolah kekuatan hokum tetap, maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dan dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka di pidana dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan;
  4. Menetapkan masa penahanan yang telalh dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
  5. Menetapkan terdakwa untuk tetap berada dalam Tahanan;
  6. Menetapkan Barang Bukti urutan 1 s/d 63 tetap terlampir dalam berkas perkara dan uang tunai sejumlah Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) yang dititipkan terdakwa kepada Jaksa pada Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan dirampas untuk Negara guna menutupi kerugian Negera;
  7. Membebankan kepada terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).

Bahwa adapun Amar Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang dibacakan pada hari Selasa tanggal 21 Desember 2021 adalah sebagai berikut :

  1. Menyatakan terdakwa MEIDY C. TUMBUWUN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dalam dakwaan Primair Penuntut Umum;
  2. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa MEIDY C. TUMBUWUN dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun 6 (enam) bulan dikurangi masa tahanan yang telah dijalani, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. dan denda sejumlah Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan;
  3. Menghukum terdakwa MEIDY C. TAMBUWUN untuk membayar denda sebesar Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan; dan menghukum pula Terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 880.868.511,58 (delapan ratus delapan puluh juta delapan ratus enam puluh delapan ribu lima ratus sebelas rupiah lima puluh delapan sen) dikurangi uang pengembalian terdakwa sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) = Rp. 830.868.511,58 (delapan ratus tiga puluh juta delapan ratus enam puluh delapan ribu lima ratus sebelas rupiah lima puluh delapan sen) yang harus dibayar dengan ketentuan apabila Terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun.
  4. Menetapkan Barang Bukti urutan 1 s/d 63 tetap terlampir dalam berkas perkara.
  5. Membebankan kepada terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).

Bahwa berdasarkan putusan tersebut, Penasehat Hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir dan Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *