oleh

Targetkan 90 Persen Vaksinasi, Bupati FDW Beri Warning Tegas ke SKPD

AMURANG, SorotanNews.comPEMERINTAH Kabupaten Minahasa Selatan menargetkan program vaksinasi Covid-19 capai 90 persen pada Minggu ke-dua Maret mendatang. Dorongan itu ditegaskan Bupati Franky Wongkar saat memimpin Rakor Percepatan Vaksinasi lintas sektoral di Waleta Kantor Bupati, Senin (14/02) siang tadi.

Dalam rakor yang dihadiri lengkap jajaran Forkompinda itu, Bupati mengeluarkan edaran yang isinya mewarning jajaran SKPD untuk gotong-royong berjibaku mendorong percepatan vaksinasi sekaligus menwajibkan jajaran eselon II dan III untuk memawa masyarakat ke gerai vaksin.

“Eselon II dan III mulai besok harus bawa masyarakat yang belum vaksin ke tempat-tempat vaksiniasi setiap hari 3 orang,” tegas Bupati.

Kepala Daerah yang dikenal tegas dan berwibawa itu, menegaskan tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada pejabat yang tidak mematuhi warning percepatan vaskinasi.

“Jika tidak, kita akan berikan sanksi tegas kepada pejabat yang bersangkutan,” tandas Bupati.

Selain memberikan warning kepada pejabat eselon II, Bupati juga menyinggung keterlambatan pemberian data vaksinasi oleh sejumlah camat sebagaimana deadline yang diberikan batas pemasukkan data 11 Februari pekan kemarin.

“Ada 5 Camat yang terlambat padahal sesuai kesepakatan bersama tanggal 11 Februari merupakan batas akhir pemasukkan data vaksin. Selain itu ada satu camat yang tidak memasukan data sama sekali. Terhadap hal ini kita akan beri sanksi tegas,” sentil FDW dalam nada berang.

Di akhir arahannya Bupati menyebutkan Hingga Senin (14/02) hari ini tercatat sudah ada 83 kasus aktif Covid-19. Itu sebab dia berharap Desk Vaksinasi lebih dioptimalkan.

Diketahui hadir dalam Rakor tersebut Wakil Bupati Petra Rembang, Sekda Denny Kaawoan, Kapolres Minsel, Kajari Minsel, Dandim Minahasa, perwakilan FKUB, para pejabat eselon II, Camat dan Kapus se-kabupaten Minahasa Selatan. (dou/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *