oleh

Polres Minsel Tegaskan Oknum Polisi ‘Tangan Besi’ Terancam Kena Sanksi

AMURANG, SorotanNews.com — Kapolres Minsel AKBP C Bambang Harleyanto, SIK memastikan menindak tegas terhadap oknum anggota polisi jika terbukti secara hukum bertindak di luar SOP saat pengamanan unjuk rasa sejumlah elemen Mahasiswa di depan Polres Minsel, Jumat (17/03) kemarin.

Penegasan itu dikatakan Kapolres saat menggelar Coffe Morning bersama sejumlah awak media, Sabtu akhir pekan tadi.

“Sudah kami tindaklanjuti, oknum anggota tersebut telah dipanggil dan diperiksa secara internal oleh Seksi Propam. Kami pastikan, setiap anggota yang melakukan pelanggaran, akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Kapolres.

Dia memastikan apabila yang bersangkutan terbukti melakukan tindakan represif maka pihaknya aka menindak tegas.

“Yang bersangkutan sudah kita periksa. Prinsip nya kalau bertindak di luar SOP pasti akan ditindak tegas,” katanya lagi.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan insiden yang terjadi pada saat demo yang dilakukan Front Peduli Captikus, lebih disebabkan karena adanya miskomunikasi antara perserta aksi dengan anggota pengamanan, maka sempat terjadi kesalahpahaman yang berujung pada situasi yang nyaris menimbulkan kericuhan di sekitar lokasi unras.

“Namun hal tersebut dapat kami cegah dengan cepat, melalui diskusi dengan para peserta aksi yang menyampaikan aspirasinya,” terang

Dalam aksi tersebut, Polres Minsel mengawal dan memfasilitasi pertemuan antara massa Front Peduli Cap Tikus dengan pihak Pemerintah Daerah kaitan dengan masalah regulasi perijinan.

“Sudah clear, kami pihak kepolisian dan adik-adik mahasiswa maupun pengusaha Cap Tikus sudah ada kesepakatan. Kami tegaskan bahwa kami tidak pernah mempersulit atau bahkan mengkriminalisasi para petani Cap Tikus. Untuk para pengusaha Cap Tikus, kami minta agar menyesuaikan dengan regulasi atau peraturan pemerintah daerah kaitan dengan perijinan,” ungkap Kapolres.

Sebelumnya viral di medsos aksi pemukulan yang diduga dilakukan oknum polisi terhadap seorang aktivis Mahasiswa yang melakukan demontrasi menyuarakan pembelaan terhadap petani captikus. Aksi represif yang didokumentasikan melalui video amatir itu mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Mayoritas netizen mengutuk keras tindakam pelanggaran HAM tersebut. Sekaligus menyebutkan apa yang dilakukan oknum polisi tersebut telah mencoreng wajah Polri yang presisi (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *