Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut), melaksanakan pemantauan hilal penentuan awal Ramadan 1443 Hijrah. Dari hasil pengamatan, hilal tidak terlihat lantaran terhalang cuaca yang mendung.
Pemantauan hilal itu ikut dihadiri Wali Kota Andre Angouw, BMKG serta sejumlah organisasi keagamaan. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan di di Sulut di dua titik, yaitu di gedung MTC Manado, dan di Kabupaten Minahasa.
“Cuaca agak sedikit mendung, agak tertutup awan. Kalau kita lihat sepertinya agak susah,” kata Kakanwil Anwar Abubakar, Jumat (1/4/2022), di Manado.
Dia menjelaskan, pemantauan agak terkendala karena cuacanya yang berawan. Meski demikian, hasil dari pemantauan bakal dikirimkan ke Kemenag RI sebagai salah satu data pendukung untuk dijadikan bahan pada saat sidang isbat yang akan dilaksanakan di Kemenag.
“Tinggi hilal untuk sore hari ini masih di bawah derajat. Itu 1 derajat 49 menit 18 detik,” jelasnya.
Dia mengaku pemantauan hilal di Sulut ada 2 titik. Tempat yang satu di Minahasa. Menurut dia, pemantauan di Minahasa juga dilaksanakan oleh semua unsur terkait baik dari kementerian agama, maupun BMKG.
“Jadi hampir di semua titik memberi dan mem-backup. Ini sebagai perbandingan posisi dan letak yang berbeda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Geofisika Manado, Tony Agus mengatakan data hasil pengamatan hilal dikirim ke pusat. Menurut dia, pihaknya mengoperasikan satu buah teropong hilal yang dilengkapi pengelola citra atau digital. Sehingga pengelola di streaming ke YouTube. Dengan begitu nanti bisa disaksikan oleh masyarakat.
“Kami di BMKG mengamati di 34 lokasi, salah satu di Manado. Apapun hasilnya akan dikirim ke pusat,” ujarnya.
Dia merinci data yang didapat dari pengamatan hilal saat ini. Menurut dia, tinggi hilal hari ini 1 derajat 23 menit. Dia mengaku di lokasi pengamatan cuacanya berawan.
“Meskipun potensi kecil, tapi terus kami mengamati dan apapun hasilnya akan kita kirim ke pusat,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan