oleh

Kejari Minsel Gelar Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMP N1 Amurang

AMURANG, SorotanNews.com —Kejaksaan Negeri (Kejari) Minsel menghelat penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 1 Amurang. Program JMS yang mengambil tema kenali hukum, jauhi hukuman itu dihadiri sekira 50 peserta yang terdiri dari perwakilan kelas dan pengurus OSIS, Senin (04/04) pagi tadi.

Kepala Kejaksaan Negeri Minsel Budi Hartono melalui Kasi Intelijen Aldy Hermon mengatakan SMPN1 Amurang merupakan sekolah kedua yang kunjungi Korps Adhyaksa setelah sebelumnya menggelar JMS di SMPN2 Amurang.

“Kita beri penyuluhan hukum seputar bahaya narkoba untuk kalangan remaja usia sekolah. Bijak dalam menggunakan medsos, bully-an serta pemahaman UU ITE. Selain itu kita juga beri pemamahan soal tupoksi Kejaksaan itu sendiri,” ungkap Hermon, yang ditemui di sela-sela penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah.

Tujuan dari rangkaian program JMS itu sendiri dijelaskan Hermon tidak lain dan tidak bukan bertujuan memperkenalkan hukum sejak dini kepada pelajar.

“Tujuan utamanya kegiatan ini memberikan pencerahan atau memperkenalkan hukum sejak dini kepada pelajar, sekaligus memperkaya khasanah pengetahuan siswa terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru taat hukum,” terangnya. Sembari menambahkan kegiatan penyuluhan hukum JMS merupakan program Kejaksaan Agung RI dan jajaran korps Adhyaksa di seluruh wilayah Indonesia yang lahir berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor :184/A/JA/11/2015 tanggal 18 November 2015 tentang Kejaksaan RI mencanangkan program Jaksa Masuk Sekolah.

“Program tersebut merupakan upaya inovasi dan komitmen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara, khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN1 Amurang Selfia Ungut Sumilat merespon positif program penyuluhan hukum tersebut. Menurutnya pengenalan hukum sejak dini terhadap pelajar memang sangat dibutuhkan.

“Bukan saja penting. Tapi menjadi kebutuhan, apalagi pondasi mental anak-anak kita masih sangat rapuh. Gampang sekali dipengaruhi oleh hal-hal negatif. Sehingga program pembinaan atau penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah ini sangat dibutuhkan untuk memberikan pembekalan sekaligus pemahaman hukum supaya terhindar dari hukuman,” ungkapnya.

Dia berharap melalui program JMS ini para siswa mendapatkan pengetahuan positif bagimana membangun masa depan yang yang baik tanpa terjerat hukum.

Diketahui JMS sendiri merupakan program kerjasama antara Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Minsel. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *