oleh

Pemkab Minsel Targetkan Penurunan Prevelensi Stunting 12,3 Persen di Tahun 2024

AMURANG, SorotanNews.com

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menetapkan target penurunan prevalensi Stunting tahun 2024 sebesar 12,5 persen. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Petra Rembang saat mewakili Bupati Franky Wongkar membuka kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Minahasa Selatan yang di laksanakan di Hotel Sutan raja Amurang, Selasa 5 April 2022.

Dalam sambutannya Wabup menyebutkan percepatan penurunan Stunting merupakan prioritas nasional yang sedang dilaksanakan pemerintah dengan target menurunkan prevalensi Stunting menjadi 14 Persen pada tahun 2024.

Berdasarkan target nasional tersebut, kata Wabup Pemkab Minsel dalam penyusunan RPJMD 2021-2026 menetapkan misi meningkatkan sumberdaya manusia yang sehat dan berdaya saing dalam mencapai visi, Minahasa Selatan maju, berkepribadian dan sejahtera.

“Selain Itu, menetapkan target prevalensi Stunting tahun 2024 sebesar 12,5 Persen. Berdasarkan rekapan entry data dan pengukuran balita pada Bulan Agustus 2021, prevalensi Stunting di Minahasa Selatan sebesar 2,43 persen Atau 299 Balita stunting,” ungkap Rembang.


Wabup menegaskan percepatan penurunan Stunting menjadi kunci penting terhadap perwujudan sumberdaya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Itu sebab menurutnya upaya penurunan stunting harus dilaksanakan secara holistik, Integratif, dan berkualitas.

“Melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi lintas sektoral baik kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah Kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan,” harap Wabup.

Diakhir sambutannya PYR menyatakan selaku pemerintah daerah, Pemkab Minsel memiliki komitmen yang kuat terhadap percepatan penurunan Stunting sekaligus mendukung pencapaian target prevalensi Stunting nasional pada tahun 2024 sebesar 14 persen.

Rembuk Stunting Kabupaten Minahasa Selatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minsel bapak Archilaus J.J Egeten, perwakilan BSG Cabang Amurang, Ketua FKUB Kabupaten Minahasa Selatan Pdt Stien Rondonuwu, Akademisi Johny Taroreh, Tokoh Masyarakat Sonny Frans Tandayu, para tenaga ahli program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa Kabupaten Minsel, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah. (dou/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *