LPJ 2021 Tuntas, DPRD-Pemkab Agendakan Paripurna Dalam Waktu Dekat

AMURANG, SorotanNews.com — Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Minsel tahun 2021 tuntas dibahas, Selasa (21/06) malam kemarin.

Pembahasan panjang yang berlangsung selama sebulan dan menguras banyak energi itu, akhirnya menghasilkan kesepakatan antara banggar DPRD Kabupaten Minahasa Selatan dan Pemkab Minsel.

Kesepakatan itu telah dituangkan dalam dokumen persetujuan bersama rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Minsel tahun 2021.

Wakil Ketua DPRD Minsel Stefanus DN Lumowa yang memimpin rapat banggar bersama TAPD itu berharap sejumlah catatan, masukan dan saran yang disampaikan DPRD bisa dijadikan rujukan dan referensi dalam perbaikan perencanaan, penyusunan dan pelaksanan APBD di tahun berikutnya.

“Kami juga memberi apresiasi kepada jajaran TAPD dan perangkat daerah yang secara pro aktif mengikuti agenda-agenda pembahasan bersama DPRD, ” kata Lumowa.

Sementara itu, pihak pemkab Minsel mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan anggota banggar telah bekerja keras dan memberi masukan strategis menuntaskan pembahasan LPJ tahun 2021

“Pemkab tentu memberi apresiasi yang tinggi ke DPRD melalui Banggar sudah secara ektra dan maraton membahas LPJ tahun 2021,” ungkap Assiten III Setdakab Arthur Tumipa.

Begitupun ditambahkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah James Tombokan.

“Sinergitas dan kerja-kerja kemitraan ini semoga berdampak bagi tata kelola dan pemanfaatan anggaran yang betul-betul pro pada kepentingan publik. Untuk kesejateraan masyarakat. Terimakasih untuk pimpinan dan anggota DPRD, ” tandasnya.

Sebelumnya pantauan redaksi ini, pembahasan LPJ berlangsung dengan sejumlah sorotan perihal ketidakhadiran sejumlah kepala perangkat daerah.

Saat membuka kegiatan rapat tersebut, Lumowa pertanyakan kehadiran dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan Kepala Puskesmas. Karena menurutnya, soal kehadiran sudah menjadi keputusan bersama antara pimpinan dan anggota banggar bersama TAPD.

“Hal ini sudah menjadi keputusan kita bersama, jika tidak ada keterwakilan yang hadir, maka rapat ini akan ditunda dan secara otomatis pembahasan ini tidak akan selesai tepat waktu,” tegas Lumowa


Sebelumnya dalam rapat banggar dan TAPD pada beberapa waktu lalu, telah di sampaikan garis – garis besar pendapatan dan belanja daerah. Pada rapat kali ini pembahasan terfokus ke Silpa.

“Saat ini kita fokus untuk membahas anggaran Silpa,”ujar Lumowa.

Diketahui anggaran Silpa APBD tahun 2021 berjumlah Rp23 miliar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here