AMURANG, SorotanNews.com — KEBAIKAN hati Tonaas Laskar Manguni Indonesia (LMI) Minahasa Selatan Tommy Pantow bersama jajarannya membuat jatuh hati banyak kalangan.
Dibawah arahannya ormas yang bergerak di bidang kebudayaan dan menjaga marwa adat tradisi Keminahasaan itu, melakukan aksi sosial membangun rumah layak tinggal bagi Opa Wester Tahendung, warga Desa Wawontulap Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan.
Opa rentah yang sudah berusia 87 tahun itu diketahui hidup sebatang kara dan tinggal di gubuk kecil yang tidak layak dihuni.
Apa yang dilakukan Tonas Pantow dan DPD LMI Minsel itu pantas ditiru dan dijadikan inspirasi.
Kamis (28/08) kemarin aksi sosial itu dilakukan. Sekira 50-an anggota LMI dikerahkan untuk gotong royong membangun rumah layak huni bagi Opa Tahendung.
“Manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya. Kalau kita hidup namun tidak bisa menjadi memberikan kontribusi bagi sesama apa artinya kita hidup,” ungkap Tonaas LMI Minsel Tommy Pantow sesaat bersua dengan redaksi ini di pinggiran pesisir Wawontulap.
Falsafa hidup yang dicetuskan Sam Ratulangi itu, rupanya menjadi panggilan kemanusiaan bagi Pantow.
Dia bercerita saat mendapati Opa ‘Bongko’ begitu lansia sebatang kara itu familiar disapa, mendiami gubuk berukuran kecil yang beratapkan terpal dan berdinding baliho-baliho bekas itu Pantow mengaku ibah dan menaruh belas kasihan.
“Saya lantas ajak bicara. Ternyata memang opa Wester ini sudah tinggal di atas 10 tahun di desa ini. Dan kasihan pula sudah hampir 3 tahun tinggal dalam gubuk itu,” cerita Pantow.
Mengaku merasa ibah, Pantow kemudian langsung menanamkan komitmennya untuk membangun rumah layak huni.
“Saya cari informasi ke warga sekitar termasuk mantan Hukumtua di sini, mengenai opa. Ternyata memang benar sudah lama tinggal di sini,” urainya.
Sehingga menurutnya, Pantow kemudian menyampaikan niatnya itu ke sejumlah anggota LMI untuk melakukan aksi kemanusiaan tersebut.
“Hari ini langsung siapkan bahan-bahan kita bangun rumahnya. Ukurannya 3,5×6 meter. Lantainya kita cor atapnya seng dan kayu untuk rangknya adalah kayu cempaka. Sementara dindingnya kita siapkan dari GRC. Kita juga siapkan triplek untuk plafon sehingga ruangan nanti terasa adem,” kata Tonaas.
Dia menargetkan pembangunan rumah itu akan tuntas dalam satu hari.
Selain membangun rumah Pantow dan DPD LMI juga menyediakan kasur Olimpic, peralatan makan, dan peralatan mandi.
“Ya kalau bukan sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita siapa lagi,” tandasnya.
Diketahui Kepala Dinas Sosial Pemkab Minsel Sofie Sumampow juga hadir bersama dalam aksi kemanusiaan itu.
Sofie mengatakan pihaknya akan membantu peralatan masak seperti satu set kompor gas dan sejumlah peralatan lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan