AMURANG, SorotanNews.com — Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit mematikan di Indonesia yang notabene merupakan daerah tropis. Mengingat tingginya kasus penyakit ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan terus berupaya melakukan pengendalian melalui penanganan secara serius. Itu sebab Dinkes Minsel selalu gencar melakukan kampanye atau sosialisasi pencegahan demam berdarah melalui 3 M plus.

  1. Menguras tempat penampungan air
    Kuras seluruh tempat penampungan air di rumah seperti bak mandi, kolam ikan, dan juga air yang menggenang pada wadah bekas di pekarangan.
  2. Menutup tempat-tempat penampungan air
    Kamu bisa menimbun lubang-lubang genangan air yang berpotensi jadi tempat nyamuk bersarang.
  3. Mendaur ulang berbagai barang
    Kamu bisa mendaur ulang barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia. Seperti kaleng bekas, tong tak terpakai dan ember bekas.

Selain 3M di atas yang dimaksud pada poin Plus antara lain;

-Menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk

-Memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air

-Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

-Menggunakan obat anti nyamuk
-Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah

-Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama

-Meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup

-Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras

-Memperbaiki saluran dan talang air yang mampet. (*)