AMURANG, SorotanNews.com — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kabupaten Minahasa Selatan sukses menggelar debat publik calon bupati dan wakil bupati tahap pertama, Senin (14/10) malam tadi.

Debat yang berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD Minsel itu berlangsung dinamis. Masing-masing Paslon secara detil memaparkan program dan visinya.


Untuk menguji visi misi yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon, KPU telah menunjuk 10 pakar yang tersebar dari sejumlah perguruan tinggi sebagai panelis.


Mereka antara lain Dr Mayske Rini Liando Ketua Perkumpulan Kebudayaan dan Demokrasi (PEKA) Manguni Sulut yang juga sebagai Dosen Unima Tondano, Joy Elia Tulung PhD Ketua ISEI Manado yang juga sebagai dosen Unsrat, Dr Valentino Lumowa Dekan FIP De La Salle, Dr Victory Rotti Wadir Dua Pascasarjana Unima dan Prof Dr Jefry Lengkong.


Dalam menyusun soal, para panelis dibantu oleh Tim Perumus materi yang kemudian didalami oleh panelis. Tim perumus antara lain Dr Ferry Daud Liando, putra Desa Malola yang kini menjabat sebagai Dekan FISIP Unsrat.


Kegiatan debat diawali dengan sambutan pembukaan oleh ketua KPUD Tommy Moga, dan dihadiri oleh semua anggota KPUD yakni Hanny J Porajow, Sriwulan Janty Ceicilia Fadly Munaische dan Fauzan Sirambang.


Turut hadir dan ikut mengawasi jalani debat yakni Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem dan anggota Frany Sengkey.
Para pasangan calon yang mengikuti debat yakni paslon Nomor urut satu Franky Donny Wongkar dan Theodorus Kawatu.

Nomor urut dua pasangan calon Petra Yani Rembang dan Frede Aries Massie. Kemudian Paslon Nomor urut tiga Asiano Gamy Kawatu dan Deren Paulorino.


Uniknya dalam materi debat masing-masing calon sepakat untuk melestarikan minuman lokal yakni captikus.

Bagi mereka captikus ini telah terbukti membantu para petani. Sehingga jika mereka tepilih mereka akan melakukan perlidungan hukum bagi para petani. (*)