MANADO, SorotanNews.com– Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus (YSK), kembali menunjukkan taji dalam mengamankan dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan daerah. Melalui lobi yang agresif dan visioner, tahun 2025 Provinsi Sulawesi Utara berhasil memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp231 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk program revitalisasi skala besar yang mencakup 248 satuan pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Puncaknya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turun langsung ke Sulawesi Utara untuk meresmikan ratusan fasilitas pendidikan tersebut pada Selasa (21/4/2026).

Peresmian dipusatkan secara simbolis di sejumlah titik dengan didampingi langsung oleh Gubernur YSK. Dalam laporannya, tercatat sebanyak 247 sekolah telah selesai direhabilitasi dan satu unit sekolah baru berhasil dibangun. Langkah ini menjadi bagian dari skema percepatan peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa paradigma pembangunan pendidikan saat ini telah bergeser. Menurutnya, revitalisasi tidak boleh hanya sekadar memperbaiki gedung yang rusak, tetapi harus menyentuh aspek fungsionalitas digital.

“Sekolah tidak hanya harus layak secara bangunan, tetapi juga mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif dan modern. Transformasi digital dan perbaikan infrastruktur fisik harus berjalan beriringan,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya.

Efek Kepemimpinan YSK
Keberhasilan Sulut “kebanjiran” dana pusat ini dinilai banyak pihak sebagai hasil nyata dari jiwa disiplin dan diplomasi tingkat tinggi yang diterapkan Gubernur YSK. Dalam dua bulan terakhir, Sulawesi Utara menjadi pusat perhatian nasional dengan kunjungan rutin para menteri di Kabinet Merah Putih.

Tercatat, sebelum kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, sejumlah pejabat tinggi negara seperti Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait telah lebih dulu melakukan kunjungan kerja resmi ke Bumi Nyiur Melambai. Intensitas kehadiran para menteri ini mempertegas posisi strategis Sulut di bawah nakhoda YSK dalam peta pembangunan nasional.

Gubernur Yulius Selvanus menyambut positif keberlanjutan program ini. Bagi YSK, kucuran dana pusat ini adalah solusi konkret untuk mengatasi persoalan klasik daerah, yakni fasilitas sekolah yang belum merata, terutama di wilayah terluar.

“Revitalisasi ini adalah komitmen kami untuk memastikan siswa di Sulawesi Utara mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kami ingin kualitas SDM kita memiliki daya saing yang kompetitif di masa depan,” tutur YSK.

Dengan rampungnya proyek revitalisasi tahun 2025 ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis indeks pembangunan manusia di daerah akan mengalami peningkatan signifikan, sekaligus memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan desa. (dou)